Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : “Mama Sudah Tidak Ada”, Detik-detik Pilu Anak Terima Kabar Duka dari Makkah
Bagikan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Search
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Ikuti Kami
© 2025 Facesia.com
Info Indo > Ibadah Haji > “Mama Sudah Tidak Ada”, Detik-detik Pilu Anak Terima Kabar Duka dari Makkah

“Mama Sudah Tidak Ada”, Detik-detik Pilu Anak Terima Kabar Duka dari Makkah

Arif Rusman
Arif Rusman
Published: 26 Mei 2026
Bagikan
4 Minimal Baca
Hj Kasma menunjukkan foto makam mendiang ibunya.
Bagikan

0TARAKAN – Tak ada yang menyangka, panggilan suci menuju Arafah menjadi perpisahan abadi. Hj. Irama Madduta Binti Madduta, jamaah haji asal Tarakan, meninggal dunia di Makkah pada Senin (25/5/2026) siang, tepat menjelang puncak ibadah haji.

Berita duka itu disampaikan keluarga melalui Hj. Kasma, anak kandung mendiang. Menurutnya, ibunya wafat sekitar pukul 14.00 WITA. Saat itu, Kasma yang merupakan seorang guru sedang berada di sekolah.

“Saya masih di sekolah. Jam 2 pas saya nyampe, nunggu 15 menit untuk cekklok. Tiba-tiba telepon masuk dari keluarga. Ada video call, tapi langsung tertutup. Saya pikir mungkin tanya baju ihram atau persiapan ke Arafah,” cerita Kasma.

Tak lama kemudian, telepon berdering lagi. Kali ini, adiknya yang mendampingi Hj. Irama di Makkah menyampaikan berita duka
“Ibu jatuh di kamar mandi saat mandi ikhram untuk persiapan ke Arafah,” ucap Kasma yang menirukan perkataan adiknya via telfon.

Dalam video call tersebut, Kasma melihat dokter di belakang adiknya. Tak berselang lama, dokter mengonfirmasi, “Yang mana keluarganya? Mama sudah tidak ada,” tutur Kasma.

Adiknya langsung menangis tersedu. Kasma pun mematikan video call, hatinya hancur. “Oh, berarti betul-betul Mama sudah tidak ada,” katanya.

Hj. Irama, yang tercatat berusia 79 tahun di KTP, kendati keluarga memperkirakan mendekati 90 tahun, dikenal sebagai ibu rumah tangga yang kuat. Suaminya, seorang buruh pelabuhan, telah meninggal pada 2013 karena sakit.

Meski kondisinya sempat dikhawatirkan karena riwayat jantung yang ditemukan saat pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan, Hj. Irama bersikeras melanjutkan ibadah. “Saya bilang, Bismillah aja, semoga dimudahkan,” kenang Kasma.

Ia bahkan menolak kursi roda meski keluarga sudah meminta pendamping untuk menyediakannya. “Dia merasa kuat. Kalau jalan dekat-dekat masih bisa,” tambahnya.

Malam sebelum wafat, Hj. Irama masih sempat mengobrol dengan anaknya. Tak ada tanda-tanda buruk. Keesokan harinya, saat mempersiapkan diri untuk berangkat ke Arafah, musibah itu terjadi di kamar mandi penginapan.

Jenazah Hj. Irama dimandikan, dishalatkan di Masjidil Haram, dan dimakamkan di pemakaman Blok 14 Makkah pada Senin malam waktu setempat, selisih sekitar lima jam dengan waktu Indonesia Tengah.

Adiknya yang mendampingi tak bisa ikut ke Arafah karena tak tega meninggalkan ibunya sendirian di kamar.

“Habis maghrib, adik chat, ‘Loh kok enggak jadi?’ Saya jawab, enggak sanggup tinggalkan Mama,” tutur Kasma.

Di Tarakan, keluarga besar langsung berkumpul. Mereka menggelar tahlilan, khataman Al-Quran, dan Yasinan. Tradisi Sulawesi yang kental dengan kehangatan keluarga itu menjadi penawar duka.

“Di mulut saya bilang ikhlas, tapi hati ini berat. Berat betul, karena saya tidak sempat melihat. Yang namanya ajal, kita tidak pernah tahu,” ungkap Kasma sambil menahan haru.

Hj. Irama mendaftar haji pada 2020. Karena faktor usia lanjut dan pandemi COVID-19, ia baru berangkat setelah enam tahun menunggu. Kebijakan khusus lansia memungkinkannya didampingi anaknya yang juga sudah mendaftar lebih dari tiga tahun.

Bagi keluarga, keberangkatan ini penuh harap. Hj. Irama dikenal sebagai sosok yang sabar, merawat anak-anaknya termasuk tiga anak tirinya sejak kecil. Kini, meski jasadnya telah dimakamkan di Tanah Suci, keluarga yakin ibunda mereka telah menyelesaikan panggilan suci.

“Insya Allah Mama sudah haji. Nanti kalau umrah, kami bisa ziarah ke makamnya di Blok 14,” kata Kasma. (*)

Reporter : Arif Rusman

Anda Mungkin Juga Menyukai

Tim Panja Haji Komisi VIII DPR RI Bertemu Presiden Prabowo
Calon Jemaah Haji Asal Tarakan Bertolak ke Balikpapan
Bagikan Artikel ini
Facebook Copy Link Print

Berita Terbaru

Aliansi Masyarakat Laporkan Direktur PDAM soal Dugaan Pelanggaran Data Pribadi
Hukum
26 Mei 2026
Mahasiswa Akuntansi Universitas Borneo Tarakan Gelar Sosialisasi Manajemen Risiko dan Asuransi di SMKN 1 Tarakan
Berita Mahasiswa Pendidikan Prov. Kaltara Tarakan
26 Mei 2026
Anak Hartati Murdaya Mangkir dari Panggilan Kejati Kaltara
Hukum
26 Mei 2026
BPK Kaltara Serahkan LHP, Ada Temuan Pemalsuan Dokumen
Berita Prov. Kaltara Tarakan
25 Mei 2026
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Kehilangan Password ?