TARAKAN – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Utara, Jufri Budiman, menyoroti persoalan distribusi LPG yang dinilai belum sepenuhnya selaras antara data resmi dan kondisi di lapangan. Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi bersama pihak pemasok energi terkait ketersediaan dan penyaluran bahan kebutuhan masyarakat.
Menurut Jufri, berdasarkan paparan pihak pemasok, kuota LPG untuk wilayah Kalimantan Utara telah disalurkan sesuai ketentuan. Bahkan, stok disebut dalam kondisi aman untuk 12 hari ke depan. Selain itu, akan ada tambahan suplai sekitar 150 ton yang dijadwalkan masuk dalam waktu dekat, sehingga diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan hingga satu bulan ke depan, termasuk menjelang Lebaran.
Namun demikian, Komisi III menerima laporan adanya kesulitan warga dalam memperoleh LPG di sejumlah titik distribusi. Di lapangan, masih terjadi antrean panjang bahkan perebutan saat kendaraan pengangkut tiba.
“Kalau menurut data sudah sesuai kuota, tetapi fakta di lapangan masyarakat masih kesulitan. Ini yang menjadi perhatian kami,” ujarnya, Rabu (4/3/26).
Ia menegaskan pengawasan distribusi harus diperkuat dan tidak hanya mengandalkan laporan administratif. Komisi III meminta agar sistem kontrol benar-benar berjalan hingga ke tingkat pangkalan dan pengecer, guna memastikan pasokan yang tercatat benar-benar diterima masyarakat.
Komisi III juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pola distribusi, termasuk kemungkinan adanya kendala teknis maupun hambatan lain di tingkat bawah. Legislator meminta koordinasi lebih intensif antara pihak pemasok dan pengawas lapangan agar distribusi LPG berjalan tertib, aman, dan tepat sasaran. (Sdq)



