TAWAU – AYS Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai penggerak kepemudaan melalui program unggulan Kaltimtara Beraksi #2, yang kali ini dirancang dengan semangat kolaborasi internasional antara Indonesia dan Malaysia. Program ini diproyeksikan menjadi ruang strategis bagi pemuda untuk memperluas jejaring, meningkatkan kapasitas, dan memperkuat kontribusi sosial lintas batas negara.
Melalui pelaksanaan Kaltimtara Beraksi #2, pemuda terpilih dari Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur akan berkolaborasi dengan relawan muda dari Sabah, Malaysia, dalam sejumlah agenda pengembangan diri, pertukaran gagasan, serta aksi sosial yang berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran bersama sekaligus mempererat hubungan antarpemuda di kawasan perbatasan.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Menteri Pembangunan Belia, Kemajuan Sukan dan Ekonomi Kreatif Negeri Sabah, Datuk Haji Nizam Abu Bakar Titingan, yang menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengirimkan delegasi belia Sabah guna berpartisipasi dalam program tersebut. Dukungan ini menjadi sinyal positif bagi penguatan kerja sama kepemudaan antara Indonesia dan Malaysia.
Founder AYS Indonesia, Muhammad Abrar Putra Siregar, menyambut baik dukungan tersebut dan menilai kolaborasi ini sebagai langkah konkret dalam membangun konektivitas pemuda lintas negara. Menurutnya, keterlibatan aktif pemuda dalam forum dan program bersama seperti ini akan membuka ruang yang lebih luas bagi lahirnya generasi muda yang adaptif, inovatif, dan berwawasan global.
Komitmen kolaboratif itu juga ditegaskan dalam kunjungan resmi AYS Indonesia ke Kota Tawau, Sabah, pada 14 Maret 2026, dalam rangka Pertemuan Raka Muda se-Negeri Sabah. Dalam kesempatan tersebut, AYS Indonesia mempresentasikan program Kaltimtara Beraksi #2 sekaligus mendapat respons positif dari para pemuda Sabah yang menunjukkan minat untuk terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.
Kaltimtara Beraksi #2 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pengembangan kapasitas pemuda, tetapi juga menjadi jembatan diplomasi sosial yang mempererat hubungan Indonesia–Malaysia melalui peran aktif generasi muda. Dengan semangat kolaborasi lintas negara, program ini menegaskan bahwa pemuda bukan hanya objek pembangunan, melainkan subjek perubahan yang mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat. (*)



