INFOINDO.CO.ID – Pertamina belum membuka secara spesifik langkah alternatif yang akan diambil untuk memenuhi kebutuhan minyak mentah nasional. Namun PT Pertamina menyiapkan strategi untuk memenuhi kebutuhan minyak mentah nasional usai dua kapal milik anak perusahaan mereka, PT Pertamina International Shipping (PIS), yang terjebak di Selat Hormuz.
Sebab, Pertamina mengimpor sebanyak 19 persen minyak mentah untuk kebutuhan nasional melalui Selat Hormuz.
Akan tetapi, Pertamina belum mengungkapkan secara spesifik langkah alternatif yang akan diambil untuk memenuhi kebutuhan minyak mentah nasional tersebut.
“Saat ini untuk penyediaan energi, kami melakukan beberapa strategi. Yang strategi tersebut tentunya sedang berproses, baik melalui pola yang ada, dilakukan, dan juga kami melihat bahwa tata kelola tetap harus kita dahului,” kata Baron P Corporate Communication PT Pertamina Persero M Baron di Graha Pertamina, Jakarta Pusat.
“Jadi, buat masyarakat, kami telah melaksanakan aksi sistem reguler, alternatif, dan emergensi tersebut,” lanjut dia.
Baron menyebutkan sejatinya ada empat kapal yang berada di perairan Timur Tengah. Dua di antara empat kapal itu berada di kawasan Selat Hormuz, sedangkan dua kapal sisanya berada di luar selat tersebut.
“Saat ini kami terus memantau dan memastikan yang pertama adalah keselamatan dari para awak kapal, kemudian juga terkait dengan aset kapal yang berada di sana. Sampai dengan saat ini, kondisi masih aman,” urainya.
Menurut Baron, Pertamina terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan kru di kedua kapal PT PIS tersebut. Salah satu pihaknya, yakni Kementerian Luar Negeri (Kemlu).
“Kami berkoordinasi dan berterima kasih kepada seluruh stakeholder, baik dari Kementerian Luar Negeri maupun pihak-pihak terkait yang bisa menyampaikan atau mengamankan aset kami dan para awak yang berada di sana,” tutup Baron. (mun/tt/int)




