By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Menerima
Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : DPKP Aktif Survei Cegah Wabah Antraks Masuk Kaltara
Bagikan
Masuk
Notification Menampilkan lebih banyak
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
Font ResizerAa
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Pencarian
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Punya akun yang sudah ada ? Masuk
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
Info Indo > DPKP (Dinas Pertanian Ketahanan Pangan) > DPKP Aktif Survei Cegah Wabah Antraks Masuk Kaltara

DPKP Aktif Survei Cegah Wabah Antraks Masuk Kaltara

Redaksi
Redaksi
Published: 17 Juli 2023
Bagikan

TANJUNG SELOR – Wabah antraks yang menyebabkan kematian di wilayah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIY), belum lama ini menjadi perhatian serius di setiap daerah di Indonesia. Termasuk Kalimantan Utara (Kaltara).

Medik Veteriner pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Supardi menjelaskan, antraks adalah penyakit bakterial bersifat menular akut pada manusia dan hewan yang disebabkan oleh bakteri Bacillus Anthracis.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Jadi perbedaannya Penyakit mulut dan kuku (PMK) penyebabnya adalah virus, sedangkan antraks penyebabnya adalah bakteri, tapi masih bisa diobati. Jadi kalau sapi itu sakit dan cepat diobati kemungkinan besar masih bisa diselamatkan. Tapi kalau sapi terkena virus obatnya tidak ada, tapi itu akan pulih dengan sendirinya,” ucapnya, Rabu (12/7)

“Untuk mencegah penyakit itu, tentu peternak harus memberikan makanan yang cukup, kebersihan kandang dan menjaga sapi peliharaan agar tidak stres. Jadi secara berlahan selama dua Minggu misalnya ada sapi yang sakit  dan bertahan, perlahan-lahan bisa pulih kemudian rutin vaksinasi kepada hewan,” tambahnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Mengenai seberapa bahaya penyakit ini, dijelaskan Supardi, PMK adalah penyakit kuku dan mulut penyakit tentu sangat menular tetapi kepada sesama hewan ternak dan tidak menular kepada manusia.

“Dia tidak sonosis (kulit membiru) dagingnya masih bisa dikonsumsi. Tapi kalau antraks masuk ke dalam golongan zoonosis tidak boleh dipotong, jadi kalau ternak yang terdeteksi antraks langsung saja dikubur tidak boleh keluar darahnya dan dikubur di tempat hewan itu mati, tidak boleh dipindah,” jelasnya.

Jika hewan terinfeksi antraks dan dikubur ke tempat lain, dikhawatirkan akan ada spora yang menyebar.

“Ya Kaltara aman dari antraks, tapi beberapa provinsi itu sudah endemis termasuk Sulawesi Selatan, Jawa Tengah yang lagi heboh di media,dan meninggal akibat mengkonsumsi bangkai dari ternak sapi,” paparnya.

“Itu sangat bertentangan sekali dengan agama dan tidak dianjurkan oleh kesehatan, karena namanya bangkai tidak boleh dikonsumsi,” imbuhnya.

Tak hanya itu, pihaknya selalu aktif melakukan surveilans untuk mengambil sampel yang ada di kabupaten kota untuk diuji di laboratorium, dan sampai saat ini Kaltara belum ditemukan endemis terhadap antraks.

“Meskipun kita sering memasukkan ternak dari daerah endemis seperti dari Sulawesi, tapi kita ketat, dan sampai sekarang kita belum pernah ada gejala kepada antraks,” pungkasnya. (adv) 

Anda Mungkin Juga Menyukai

Terus Merawat Tradisi
Gubernur Ingatkan Masyarakat Selalu Waspada
Jelang Hari Raya, Gubernur Kaltara akan Salurkan 943 Ton Beras untuk 31.438 KPM
Smash Of Card! Warnai Pembukaan Kerjurnas IV Domino Indonesia 2023 di Kaltara
Upayakan Revitalisasi Kawasan Transmigrasi
TAGGED:gubernur kaltaraPemprov kaltarazainal a paliwang
Bagaimana menurutmu ?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Komisi II DPRD Tarakan Soroti Kebutuhan Air dan Standar Menu MBG di SMPN 1 Tarakan
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
20 SD dan 10 SMP di Tarakan Belum Terima MBG, Komisi II DPRD Soroti Kesiapan Dapur
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Distribusi MBG di Beberapa Sekolah Tarakan Dinilai Terkoordinir, Masih Ada Paket Tidak Termakan
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Simon Patino: Jangan Biarkan Pedagang Kehilangan Mata Pencaharian
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber