TARAKAN – Anggota DPRD Kalimantan Utara, Dino Adrian, menyoroti perubahan menu dalam program makanan sekolah saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SMKN 4 Tarakan pada Selasa (2/2/26). Ia mempertanyakan dasar penggantian susu dengan puding pada hari Jumat, serta penggantian dengan kacang pada hari berikutnya.
Dalam dialog di lokasi, Dino menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya menyangkut kandungan gizi, tetapi juga rasionalitas harga setiap bahan yang digunakan.
“Yang kita kejar ada dua, kandungan gizinya dan kebenaran harganya. Ini uang rakyat,” tegasnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan penjelasan pihak penyedia, puding pada hari Jumat disebut sebagai pengganti susu karena mengandung unsur susu dan disandingkan dengan buah jeruk. Namun pada hari Sabtu, tidak ditemukan puding sebagai substitusi, melainkan peningkatan porsi kacang untuk menggantikan kebutuhan protein dari susu.
Menurut Dino, pola penggantian tersebut menimbulkan pertanyaan konsistensi. Ia mempertanyakan apakah substitusi itu setara baik dari sisi nilai gizi maupun harga satuan bahan di pasaran.
“Kalau argumentasinya gizi, harus konsisten. Kalau alasannya harga, harus jelas perbandingannya,” ujarnya.
Dalam sidak tersebut juga disampaikan bahwa pagu anggaran disebut sebesar Rp20.000 untuk dua hari distribusi per kotak makanan. Dino meminta agar rincian harga bahan baku dipaparkan secara terbuka guna memastikan tidak ada selisih yang berpotensi merugikan penerima manfaat.
Meski sempat muncul pernyataan keras dalam forum, Dino menegaskan bahwa pengawasan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab legislatif dalam mengawal penggunaan anggaran publik, terutama yang menyangkut hak anak-anak sekolah. (Sdq)



