TARAKAN – Puncak arus balik Lebaran di Bandar Udara Juwata Tarakan diperkirakan terjadi pada Sabtu dan Minggu akhir pekan ini, seiring berakhirnya masa libur panjang Idulfitri dan masih adanya kebijakan work from anywhere (WFA) di sejumlah instansi, terutama instansi vertikal.
Kepala Unit Teknik Mekanikal Elektrikal Bandar Udara Juwata Tarakan, Denny Kurniawan, mengatakan prediksi lonjakan penumpang pada dua hari tersebut muncul berdasarkan pola pergerakan penumpang yang masih menunjukkan tren keberangkatan cukup tinggi setelah masa libur lebaran.
“Prediksi peningkatan arus baliknya bakal terjadi di hari Sabtu dan Minggu ini. Karena beberapa instansi pemerintahan, terutama instansi vertikal, masih menerapkan WFA, sehingga kemungkinan sejumlah penumpang masih berada di luar kota,” ujarnya, Jumat (27/3/26).
Berdasarkan data infografis penerbangan Bandara Juwata hingga pukul 22.00 WITA kemarin, tercatat 14 penerbangan berangkat dengan jumlah penumpang sekitar 1.265 orang dan total kargo mencapai 10.000 kilogram. Sementara itu, penerbangan datang tercatat sebanyak 17 flight dengan 979 penumpang dan kargo sekitar 20.000 kilogram.
Denny menjelaskan, dari data tersebut terlihat jumlah penumpang yang berangkat masih lebih tinggi dibandingkan penumpang yang tiba. Meski demikian, data hari ini belum dapat dipublikasikan sepenuhnya karena manifest penerbangan baru diterima pihak bandara setelah seluruh penerbangan selesai.
Ia juga menyebut adanya tambahan penerbangan (extra flight) dari maskapai Super Air Jet pada masa angkutan Lebaran tahun ini, yang dinilai turut mendorong peningkatan kapasitas angkut penumpang, khususnya pada rute Tarakan–Balikpapan dan Balikpapan–Tarakan.
“Kalau bicara rute favorit, yang paling banyak memang Tarakan ke Balikpapan. Ekstra flight yang dilayani Super Air Jet juga tujuannya ke Balikpapan,” katanya.
Hingga saat ini, pelayanan penerbangan di Bandar Udara Juwata Tarakan masih berjalan normal tanpa adanya kejadian menonjol. Pihak bandara memastikan operasional tetap terpantau dengan baik, meski terdapat beberapa keterlambatan penerbangan akibat padatnya arus mudik dan arus balik.
“Alhamdulillah belum ada kejadian menonjol. Semua masih terpantau normal,” ujarnya.
Denny menambahkan, jika pada Sabtu dan Minggu mendatang kembali ada tambahan penerbangan, maka dipastikan akan terjadi peningkatan okupansi penumpang baik yang datang maupun yang berangkat dari dan menuju Kota Tarakan. (Sdq)



