By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Menerima
Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Antisipasi Stok Hewan Qurban, Pemerintah Bakal Datangkan 1.250 Ekor Sapi Dari Gorontalo
Bagikan
Masuk
Notification Menampilkan lebih banyak
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
Font ResizerAa
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Pencarian
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Punya akun yang sudah ada ? Masuk
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
Info Indo > Prov. Kaltara > Tarakan > Antisipasi Stok Hewan Qurban, Pemerintah Bakal Datangkan 1.250 Ekor Sapi Dari Gorontalo

Antisipasi Stok Hewan Qurban, Pemerintah Bakal Datangkan 1.250 Ekor Sapi Dari Gorontalo

Redaksi
Redaksi
Published: 19 Juni 2022
Bagikan
Antisipasi Stok Hewan Qurban, Pemerintah Bakal Datangkan 1.250 Ekor Sapi Dari Gorontalo

TARAKAN – Semakin dekatnya hari raya Idul Adha Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan mendatangkan sekitar 1.250 ekor sapi ternak dari luar Tarakan. Saat dikonfirmasi, Elang Buana, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan menerangkan, sapi yang didatangkan tersebut berasal dari Gorontalo. Dijelaskannya sapi dari Gorontalo relatif lebih aman dari penyakit.

“Kami terus menambah jumlah sapi di Tarakan. Kalau kambing ada sekitar 600 ekor. Biasanya dari Kabupaten Ohuwa yang memang masuk dalam wilayah Provinsi Gorontalo dipakai jalan darat ke Palu dan naik veri tujuan Tarakan,” urainya, (18/6/2022).

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Ada beberaoa penyakit yang memang dihindari dan alhamdulillah bebas ASF, PMK dan antraks dan zoonosis. Kita pilih mana yang aman saja wilayahnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, saat ini setiap kali ada sapi datang, harus melalui karantina selama 14 hari. Kata dia, selama Idul Adha terdapat petugas berkeliling yang memantau organ yang krusial seperti hati, limpa, paru dan jantung dan dilihat apa penyakitnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Kami melibatkan petugas turun ke lapangan, jangan sampai ada penyakit seperti di Bogor pernah kecolongan kena antraks dan dimakan dan dikonsumsi yg konsumsi meninggal semua jadi berbahaya,”tandasnya.

Anda Mungkin Juga Menyukai

Jalur perjalanan ke Luar Negeri Kembali Dibuka, Pengurus Paspor Meningkat
KI Kaltara Dorong Bawaslu Bisa Verifikasi Ijazah Caleg
Jufri Budiman: Gerindra Kaltara Harus Kompak, Bergerak, dan Berdampak untuk Masyarakat
Perkara Pengeroyokan di Aki Balak dan Saling Lapor, Polres Tarakan Terapkan Restoratif Justice
KSOP Fasilitasi Percepatan Legalitas Pelabuhan Rakyat Jembatan Besi, DPRD: Ada Potensi PAD
Bagaimana menurutmu ?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Komisi II DPRD Tarakan Soroti Kebutuhan Air dan Standar Menu MBG di SMPN 1 Tarakan
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
20 SD dan 10 SMP di Tarakan Belum Terima MBG, Komisi II DPRD Soroti Kesiapan Dapur
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Distribusi MBG di Beberapa Sekolah Tarakan Dinilai Terkoordinir, Masih Ada Paket Tidak Termakan
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Simon Patino: Jangan Biarkan Pedagang Kehilangan Mata Pencaharian
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber