TARAKAN – Polemik sengketa tanah di depan SDN 001 Tarakan, yang terletak di Kelurahan Selumit, memasuki babak baru setelah pertemuan di DPRD. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dipimpin oleh Komisi I DPRD Kota Tarakan (23/2/26), perwakilan ahli waris membeberkan salinan putusan pengadilan tahun 2005 yang memenangkan pihak keluarga atas sengketa serupa dengan pihak lain.
Perwakilan ahli waris, Saifullah, menjelaskan bahwa putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap sampai pada tingkat Mahkamah Agung. Saat itu gugatan menyoal perampasan lahan seluas sekitar 3.000 meter persegi, hamparan yang menurut ahli waris merupakan bagian dari lahan yang kini menjadi lokasi sekolah. Keluarga menilai kemenangan hukum di 2005 itu memperkuat klaim mereka yang sudah diperjuangkan selama tiga generasi, meskipun bukti tertulis sulit disajikan karena arsip pertanahan Kabupaten Bulungan terbakar saat Tarakan masih berstatus Kota Administratif.
Mengenai dasar klaim pemerintah, Saifullah menilai dokumen pengalihan aset dari Kabupaten Bulungan bermasalah karena diterima “segelondong” tanpa sertifikat, yang ada hanya surat ukur. Karena itu, kata dia, pemerintah kesulitan menunjukkan bukti kepemilikan formal untuk proses pembangunan atau klaim administrasi.
Walau membawa bukti putusan, keluarga menegaskan sikap kooperatif. Mereka hadir di DPRD untuk mencari solusi damai melalui kebijakan daerah dan belum menetapkan tuntutan ganti rugi secara spesifik.
“Keluarga hanya mengharapkan perhatian dan kebijakan yang terbaik. Mereka juga menyadari keberadaan sekolah memberi manfaat ekonomi bagi warga sekitar,” ujar Saifullah.
Salah satu ahli waris, Jumilah, keturunan dari Zaleha binti Ribut, berharap pemerintah memberikan kepastian hukum yang adil atas hak yang diperjuangkan keluarga. Dari RDP mulai mengerucut opsi penyelesaian melalui jalur hukum agar pemerintah memiliki dasar yang jelas saat mengambil kebijakan. Untuk itu, pihak ahli waris berencana mendapatkan pendampingan hukum guna memastikan hak-hak masyarakat kecil tetap terlindungi ke depan. (Sdq)




