TARAKAN – Kick Off Road to Kalimantan Utara Sharia Festival (KaShaFa) 2026 menjadi momentum strategis untuk meningkatkan pelibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam ekosistem ekonomi syariah.
Acara yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tarakan dan Pemerintah Kota Tarakan ini menargetkan peningkatan transaksi UMKM hingga Rp 3 miliar, atau naik 15% dari tahun sebelumnya, melalui promosi produk halal unggulan.
Dengan tema “Berkah Ramadhan sebagai Penggerak Perekonomian Masyarakat”, rangkaian kegiatan ini difokuskan pada pemberdayaan UMKM syariah, termasuk perluasan akses pasar nasional, sertifikasi halal, dan digitalisasi usaha.
Sebanyak 42 UMKM dari sektor makanan halal, modest fashion syariah, dan kriya terlibat langsung dalam bazar halal, di mana seluruh transaksi menggunakan QRIS untuk mendorong inklusi keuangan digital.
Walikota Tarakan menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung UMKM.
“Kami siap mendorong pelaku UMKM halal naik kelas melalui pengembangan produk berkualitas, sehingga memperkuat kontribusi mereka terhadap perekonomian lokal,” ujarnya.
Ia menambahkan, momentum Ramadhan memiliki potensi multiplier effect yang signifikan, khususnya bagi UMKM di Tarakan, untuk memperluas manfaat ekonomi.
Kepala Perwakilan BI Kaltara Hasiando G. Manik menekankan potensi ekonomi syariah global yang mendukung pertumbuhan UMKM.
“Indonesia berada di peringkat ketiga dunia berdasarkan State of the Global Islamic Economy (SGIE), dengan pertumbuhan Halal Value Chain (HVC) 6,21% year-on-year pada 2025, yang berkontribusi lebih dari 27% terhadap PDB nasional,” katanya.
Menurutnya, KaShaFa 2026 dirancang sebagai platform edukasi dan pemberdayaan UMKM inklusif, termasuk literasi keuangan syariah dan program wakaf produktif.
Pada hari pertama, Festival Literasi Ramadhan menghadirkan edukasi tentang ekonomi syariah, CBP Rupiah, transaksi QRIS, dan perlindungan konsumen, yang langsung melibatkan UMKM dalam sesi pelatihan.
Rangkaian acara juga dimeriahkan kompetisi seperti lomba dai cilik, nasyid, dan festival musik jalanan, yang menjadi sarana promosi nilai-nilai syariah bagi UMKM.
Kegiatan literasi akan dilanjutkan dengan kajian bersama Ustadz Hanan Attaki pada 2 Maret 2026, bertema “Hati yang Tenang di Zaman yang Bising”. Melalui KaShaFa 2026, diharapkan lebih banyak UMKM bersertifikat halal dan berdaya saing, dengan adopsi QRIS yang lebih luas.
BI bersama pemangku kepentingan berkomitmen membangun ekosistem syariah yang memberdayakan UMKM sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi Kaltara. (*)
Reporter : Arif Rusman



