By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Menerima
Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Yancong Soroti Lemahnya Pengawasan Distribusi BBM dan LPG di Perbatasan Kaltara
Bagikan
Masuk
Notification Menampilkan lebih banyak
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
Font ResizerAa
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Pencarian
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Punya akun yang sudah ada ? Masuk
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
Info Indo > Prov. Kaltara > Bulungan > Yancong Soroti Lemahnya Pengawasan Distribusi BBM dan LPG di Perbatasan Kaltara

Yancong Soroti Lemahnya Pengawasan Distribusi BBM dan LPG di Perbatasan Kaltara

Redaksi
Redaksi
Published: 4 Maret 2026
Bagikan
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Yancong

TANJUNG SELOR – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Yancong, melontarkan kritik keras terhadap pola pengawasan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas LPG di wilayah Kaltara, khususnya di daerah perbatasan. Ia menilai, rantai pengawasan dari Pertamina terputus begitu komoditas tersebut sampai di tangan Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) maupun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Yancong menyoroti fenomena antrean panjang yang masih kerap terjadi di beberapa titik, seperti APMS Juata Kerikil di Tarakan dan wilayah pinggir sungai di Tanjung Selor. Menurutnya, hal ini menjadi indikasi adanya tata kelola distribusi yang belum tepat sasaran.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Pertamina mestinya tidak boleh lepas tangan begitu saja setelah menyuplai ke SPBU atau APMS. Harus ada tanggung jawab moral dan pengawasan hingga ke konsumen akhir, apakah yang menerima itu memang masyarakat yang berhak atau tidak,” ujar Yancong.

Ancaman Produk Malaysia di Perbatasan Politisi senior ini juga menyoroti kondisi di wilayah Nunukan. Ia mengungkapkan kekhawatirannya terkait maraknya produk BBM dan gas asal Malaysia yang mengisi kekosongan pasar akibat tidak optimalnya distribusi produk dalam negeri.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Baca juga : https://infoindo.co.id/pertamina-pastikan-stok-bbm-nunukan-aman-dan-siapkan-langkah-strategis-penguatan-distribusi/

“Jika kita (Indonesia) tidak mampu hadir dengan stok yang cukup dan distribusi yang lancar, maka produk Malaysia akan otomatis hadir di sana. Sebenarnya masyarakat kita punya nasionalisme tinggi, mereka pasti pilih produk Indonesia kalau barangnya ada dan mudah didapat,” tegasnya.

Yancong menambahkan, kehadiran produk tetangga ini bukan sekadar masalah persaingan dagang, melainkan menyangkut kedaulatan dan kehadiran negara di beranda terdepan.

Selain BBM, Yancong juga menyinggung persoalan gas LPG 3 kg atau “Gas Melon”. Ia mencatat adanya ketimpangan antara data stok yang diklaim cukup oleh otoritas terkait dengan kenyataan sulitnya masyarakat mendapatkan gas tersebut di lapangan.

“Stok katanya cukup, tapi masyarakat kita di bawah masih kesulitan. Akhirnya mereka terpaksa beralih mencari tabung gas yang pink (non-subsidi) karena terdesak kebutuhan. Ini artinya ada masalah di distribusi level bawah yang perlu diawasi lebih ketat,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, Yancong meminta Pertamina untuk bersikap tegas kepada para penyalur yang tidak tertib. Ia menyarankan agar Pertamina memberikan peringatan hingga peninjauan ulang izin bagi SPBU atau APMS yang terbukti melakukan pelanggaran distribusi.

“Pertamina adalah wakil negara dalam mendistribusikan energi. SPBU dan APMS adalah tangan panjangnya. Kalau mereka tidak amanah, Pertamina harus berani kasih sanksi atau peringatan. Negara harus hadir di situ, jangan semua diserahkan begitu saja ke mekanisme pasar tanpa pengawasan,” tutupnya. (Sha)

Anda Mungkin Juga Menyukai

Belum Ditemukan, Pencarian Anca Dihentikan Tim SAR Gabungan
Warga Perbatasan Serahkan Senpi Penabur Kepada Satgas Pamtas Yonarmed 5 Pancagiri
PWI Nunukan Sampaikan Eksistensi Organisasi Wartawan dan Tiga Agenda Penting ke Bupati Nunukan
Fransisco dan Syarwani Resmi Daftar, Rapat Pengarah Siap Verifikasi Berkas
Jufri Budiman Soroti Distribusi LPG, Stok Diklaim Aman 12 Hari ke Depan
Bagaimana menurutmu ?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0

Berita Terbaru

Ruman Tumbo Usulkan Penghentian Sementara MBG, Dana Disalurkan ke Orang Tua
Berita Prov. Kaltara Tarakan
4 Maret 2026
Dugaan Penyimpangan Standar Gizi MBG di SMA 1 Tarakan, Ruman Tumbo Sebut Ada Indikasi Korupsi
Berita Prov. Kaltara Tarakan
4 Maret 2026
Komisi IV DPRD Kaltara Desak Pengawasan Ketat Program MBG, Libatkan Ahli Gizi dan Pengawas Independen
Berita Prov. Kaltara Tarakan
4 Maret 2026
Arming Soroti Kelangkaan BBM di Perbatasan Kaltara: SPBU Ada, Tapi Sering Tutup
Advetorial BBM Berita Bulungan Ekonomi Energi Industri Migas Nunukan Parlemen Prov. Kaltara Tarakan
4 Maret 2026
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber