TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) melaporkan realisasi investasi untuk periode Triwulan I hingga Triwulan III Tahun 2025 mencapai Rp1.826.517.673.464 atau setara USD 112.137.769, dengan total 381 perusahaan yang tercatat melakukan investasi di wilayah ini. Laporan resmi tertanggal 17 Oktober 2025 dan ditandatangani oleh Kepala Dinas, H. Sugeng, S.Pt., M.Agr. mencatat pula penyerapan tenaga kerja lokal dan asing selama periode tersebut.
Secara rinci, realisasi investasi terbagi antara Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). PMA tercatat dari 45 perusahaan dengan nilai realisasi Rp1.408.904.235.320 (USD 86.117.395), sementara PMDN datang dari 336 perusahaan dengan nilai Rp417.613.438.144 (USD 26.020.373). Jika dihitung, PMA menyumbang sekitar 77,14% dari total realisasi dalam rupiah, sedangkan PMDN menyumbang sekitar 22,86%, perhitungan persentase ini berdasarkan data laporan DPMPTSP Tarakan.
Dinamika triwulan menunjukkan fluktuasi nilai investasi:
- Triwulan I 2025: 121 perusahaan, total realisasi Rp1.066.341.324.858 (USD 64.626.747).
- Triwulan II 2025: 128 perusahaan, total realisasi Rp247.907.167.180 (USD 15.494.198).
- Triwulan III 2025: 132 perusahaan, total realisasi Rp512.269.181.426 (USD 32.016.824).
Laporan juga mencatat serapan tenaga kerja. Akumulasi sampai Triwulan III 2025 menunjukkan penyerapan tenaga kerja lokal (TKI) sebanyak 480 orang dan tenaga kerja asing (TKA) sebanyak 6 orang terkait proyek-proyek yang terealisasi.
Analisis singkat, dominasi PMA dalam nilai realisasi (sekitar 77%) menandai peran penting investor asing dalam struktur investasi Tarakan pada periode Januari–September 2025. Sementara itu, PMDN menyumbang porsi lebih besar dari jumlah perusahaan (336 perusahaan berbanding 45 PMA), yang menunjukkan banyaknya proyek domestik namun dengan skala nilai yang relatif lebih kecil dibandingkan proyek asing. Data triwulan juga memperlihatkan bahwa puncak nilai terakumulasi berada pada Triwulan I, yang menyumbang porsi terbesar dari total realisasi sampai Triwulan III. (sdq)




