TARAKAN – Kepatuhan terhadap regulasi dan komitmen pada edukasi publik menjadi fondasi utama dalam menjalankan usaha di sektor kesehatan. Hal itu disampaikan Rahmah Mustarin saat menjadi narasumber dalam kuliah umum bertema Green Healthpreneur di Politeknik Kaltara pada Kamis (26/2/26).
Dalam paparannya, Rahmah menegaskan bisnis kesehatan berbeda dengan sektor usaha lainnya karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan nyawa pasien. Oleh sebab itu, setiap pelaku usaha wajib tunduk dan patuh pada ketentuan yang berlaku.
“Ketika kita berbisnis kesehatan, yang dipertaruhkan adalah keselamatan pasien. Maka regulasi bukan beban, tetapi perlindungan,” ujarnya.
Ia mencontohkan kebijakan terbaru terkait antibiotik yang tidak lagi dapat diserahkan tanpa resep dokter. Menurutnya, perubahan aturan tersebut harus disikapi sebagai langkah penguatan peran tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, bukan sekadar dilihat dari sisi penurunan omzet.
Rahmah menekankan tenaga kesehatan memiliki keunggulan moral dan profesional dibanding pelaku usaha non-kesehatan, terutama dalam hal literasi medis dan etika pelayanan. Peran edukatif ini dinilai penting untuk mencegah penggunaan obat yang tidak tepat serta mengurangi risiko resistensi antibiotik.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya konsistensi pelayanan, komunikasi yang jelas, dan transparansi informasi kepada pasien. “Komunikasi jangan berlebihan atau menggunakan jargon yang sulit. Masyarakat butuh penjelasan yang mudah dipahami,” katanya.
Dalam konteks keberlanjutan usaha, Rahmah juga mendorong penerapan efisiensi operasional, termasuk pengelolaan stok obat dengan sistem first in first out (FIFO) serta pencatatan keuangan yang disiplin. Efisiensi tersebut, menurutnya, sejalan dengan prinsip teknologi hijau yang menekan limbah dan meningkatkan profitabilitas.
Ia berharap mahasiswa kesehatan tidak hanya berorientasi menjadi pekerja, tetapi juga mampu membangun usaha berbasis etika, empati, dan kepatuhan hukum. “Kepercayaan publik adalah modal terbesar kita. Kalau trust sudah terbentuk, usaha akan berkembang dengan sendirinya,” pungkasnya. (Sdq)



