TARAKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan resmi meluncurkan program “KPU Mengajar”, Selasa (7/4/2026). Program ini menjadi bentuk nyata sosialisasi dan pendidikan pemilih berkelanjutan yang menyasar generasi muda, khususnya pelajar SMA/SMK di Tarakan.
Kegiatan perdana langsung digelar di SMA Budi Utomo Boarding School Tarakan. Ratusan siswa-siswi beserta guru antusias mengikuti sesi tersebut. Lewat program yang direncanakan berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026 ini, KPU ingin menanamkan pemahaman sejak dini tentang pentingnya peran pemilih pemula dalam demokrasi Indonesia.
Anggota KPU Kota Tarakan, Mawardi, S.P, menjadi pemateri utama dalam kegiatan pembuka. Ia menyampaikan materi seputar pendidikan pemilih serta memperkenalkan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) KPU. Platform ini memudahkan masyarakat, termasuk pelajar, untuk mengakses informasi hukum kepemiluan secara transparan dan akurat.
Dalam penyampaiannya, Mawardi menekankan betapa krusialnya peran generasi muda. “Kita ingin pemilih pemula tidak hanya datang ke TPS, tapi benar-benar memahami proses demokrasi dan menjadi pemilih yang cerdas,” ujarnya.
Melalui “KPU Mengajar”, KPU Kota Tarakan berharap dapat menumbuhkan kesadaran politik di kalangan pelajar. Harapannya, generasi muda Tarakan kelak mampu menjadi pemilih yang kritis, bertanggung jawab, dan aktif menentukan masa depan bangsa dalam setiap penyelenggaraan pemilu.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya KPU untuk mendekatkan institusi pemilu kepada anak muda, sehingga demokrasi tidak lagi terasa jauh dan abstrak, melainkan sesuatu yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Dengan semangat ini, KPU Tarakan mengajak seluruh sekolah untuk ikut serta dalam program serupa. Karena suara cerdas generasi muda adalah kunci masa depan demokrasi yang lebih baik. (*)
Reporter : Arif Rusman



