TARAKAN – Ketua Kerukunan Keluarga Bugis Makassar Provinsi Kalimantan Utara, Najamuddin, menegaskan bahwa pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-8 Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Tarakan berlangsung demokratis, aman, dan tanpa intervensi pihak luar.
Dalam keterangannya, Najamuddin menyebut proses pemilihan berjalan sebagai kontestasi murni antar kandidat, bukan aklamasi. Ia juga menepis anggapan adanya campur tangan dari pihak pemerintah daerah.
“Tidak ada yang menunggangi, baik dari pihak gubernur maupun wali kota. Itu hanya opini. Yang benar, masyarakat Sulawesi Selatan berkontestasi secara demokratis dan pelaksanaan berjalan aman serta damai,” ujarnya, Selasa (17/2/26).
Menurutnya, suasana kondusif selama Musda tidak terlepas dari imbauan organisasi kepada seluruh pilar dan pendukung kandidat agar menjaga ketertiban dan persatuan. Ia menekankan bahwa perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi, namun setelah proses selesai seluruh pihak diharapkan kembali bersatu.
Najamuddin juga mengajak seluruh warga KKSS untuk terus menjaga solidaritas dan memperkuat komunikasi internal. Ia menilai kekompakan organisasi harus tetap terjaga meskipun melalui proses kompetisi kepemimpinan.
“Walaupun berkontestasi dan bertarung, kita harus kembali pada fitrahnya, yaitu berkomunikasi dengan baik dan menjaga kebersamaan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa KKSS merupakan wadah sosial kemasyarakatan yang berfungsi mempererat persaudaraan warga Sulawesi Selatan di perantauan. Oleh karena itu, organisasi diharapkan tetap netral dan tidak digiring ke kepentingan politik praktis.
Ia menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh anggota untuk berkolaborasi membangun organisasi serta berkontribusi positif bagi masyarakat Kota Tarakan dan Provinsi Kalimantan Utara. (Sdq)




