By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Menerima
Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Masih Kekurangan Sekolah, DPR-RI Upayakan Pembangunan SMA di Karang Anyar
Bagikan
Masuk
Notification Menampilkan lebih banyak
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
Font ResizerAa
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Pencarian
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Punya akun yang sudah ada ? Masuk
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
Info Indo > Pemerintahan > Masih Kekurangan Sekolah, DPR-RI Upayakan Pembangunan SMA di Karang Anyar

Masih Kekurangan Sekolah, DPR-RI Upayakan Pembangunan SMA di Karang Anyar

Redaksi
Redaksi
Published: 1 Maret 2022
Bagikan
Masih Kekurangan Sekolah, DPR-RI Upayakan Pembangunan SMA di Karang Anyar

TARAKAN – Padatnya penduduk Kelurahan Karang Anyar menimbulkan beberapa persoalan sosial di dalamnya. Salah satunya ialah kurangnya fasilitas Sekolah Menengah Atas (SMA), lantaran banyaknya siswa yang belum terakomodir di sekolah. Namun, persoalan itu sulit terjawab karena minimnya lahan untuk membuat gedung sekolah baru.

Oleh sebab itu warga Karang Anyar menerangkan keluhannya pada salah satu anggota DPR-RI yakni Deddy Yevri Hanteru Sitorus. Saat dikonfirmasi, pria yang akrab disapa DS tersebut menuturkan pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara sudah ada keinginan untuk membangun SMA di Kelurahan Karang Anyar. Namun, terdapat kendala yang saat ini masih berproses untuk percobaan penyelesaian.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Persoalannya tidak ada lahan yang clear and clean, karena tidak mungkin dibangun aset negara di tanah yang bermasalah,” tuturnya

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Disampaikan ada lahan sekitar 4 hektaran di Kampung Bugis ternyata lahannya bermasalah. Jadi Provinsi sudah oke tinggal mencari lahannya,” tambah dia.

Sementara untuk realisasi PKH dijelaskan Deddy Sitorus, usulan terbaru masih dalam proses verifikasi karena terlambat mengajukan ke Kementerian Sosial. Terdapat sekitar 1.536 data yang saat ini diajukan sebagai penerima baru PKH.

“Sekarang dalam proses verifikasi karena itu di luar proses normal. Kita ajukan sekitar 1.536 nama penerima baru. Usulan baru diserahkan, ketika Menteri Sosial datang ke Kota Tarakan.” pungkasnya.

Anda Mungkin Juga Menyukai

Serapan APBD di Atas 60 Persen
Progres Pengembangan Kawasan oleh PT KIPI
Gerakan Nasional Aksi Bergizi, Tingkatkan Gizi Remaja
Banyak Perusahaan Menunggak Pajak Reklame, Begini Jumlah Tunggakan Pajaknya
Pelecehan Semakin Marak
Bagaimana menurutmu ?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Penumpang Pelabuhan Lonjak Tajam Selama Ops Ketupat Kayan 2026
Kaltara
27 Maret 2026
Arus Balik Lebaran di Bandara Juwata Tarakan Diprediksi Meningkat pada Sabtu dan Minggu
Berita Prov. Kaltara Tarakan
27 Maret 2026
Indonesia–Malaysia Perkuat Komitmen: Kaltimtara Beraksi #2 Jadi Tonggak Kolaborasi Pemuda Lintas Negara
Berita Internasional Nasional Prov. Kaltara
25 Maret 2026
Jufri Budiman Dorong Penguatan Peternakan Ayam Petelur Lokal di Kaltara
Berita Prov. Kaltara Tarakan
25 Maret 2026
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber