By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Menerima
Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Koperasi Merah Putih Selumit Jadi Percontohan Nasional, Olah Limbah Nelayan Jadi Produk Bernilai Tinggi
Bagikan
Masuk
Notification Menampilkan lebih banyak
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
Font ResizerAa
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Pencarian
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Punya akun yang sudah ada ? Masuk
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
Info Indo > Prov. Kaltara > Tarakan > Koperasi Merah Putih Selumit Jadi Percontohan Nasional, Olah Limbah Nelayan Jadi Produk Bernilai Tinggi

Koperasi Merah Putih Selumit Jadi Percontohan Nasional, Olah Limbah Nelayan Jadi Produk Bernilai Tinggi

Redaksi
Redaksi
Published: 4 Juli 2025
Bagikan

TARAKAN – Koperasi Merah Putih yang berada di Kelurahan Selumit, Kota Tarakan, resmi ditunjuk sebagai model percontohan koperasi nasional. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Koperasi Merah Putih Selumit, Saifullah, Jumat (4/7/2024).

“Iya, alhamdulillah sesuai dengan Inpres Nomor 9, Tarakan adalah daerah percontohan pertama yang 100 persen terbentuk koperasinya untuk wilayah Kalimantan Utara. Yang lebih membanggakan lagi, Selumit ditunjuk sebagai mokap percontohan koperasi nasional,” ujarnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Menurutnya, capaian ini bukan hanya kebanggaan, namun juga menjadi tantangan tersendiri karena untuk pertama kalinya koperasi yang mereka kelola diberi amanah menjadi koperasi percontohan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Terkait dengan hal itu, kami secara bergandeng tangan, seluruh pengurus, pengawas, kemudian para anggota yang sudah bergabung, bahu membahu bersama-sama menyukseskan program pemerintah ini,” jelasnya.

Saat ditanya mengapa Koperasi Merah Putih layak dijadikan percontohan, Saifullah memaparkan bahwa koperasi ini memiliki program unggulan yang berfokus pada pemberdayaan dan pemanfaatan limbah hasil laut.

“Kebetulan para pengurus berlatar belakang pengusaha, nah salah satu program unggulan adalah pemanfaatan limbah nelayan yang biasanya nelayan tidak manfaatkan bahkan dibuang. Dengan adanya koperasi ini, kami sudah mengolah barang yang terbuang itu menjadi produk nilai tinggi berupa tepung ikan, udang sebagai bahan dasar membuat pakan ternak maupun menjadi pupuk organik,” jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa limbah yang dimanfaatkan antara lain kulit udang dan ikan rucah. “Yang hari ini kami terima adalah kulit udang dari nelayan petugu yang kulitnya itu dibuang-buang karena hanya membutuhkan udang keringnya saja. Kemudian yang kedua, adalah ikan rucah, yang ikan-ikan kecil biasa masuk di ampas petugu, hari ini kami tampung dan olah menjadi tepung. Biasanya ikan itu hanya dibuang saja,” ungkapnya.

Terkait permintaan bahan baku limbah tersebut, Saifullah menjelaskan bahwa ketersediaannya mengikuti siklus pasang surut air laut.

“Mengikuti jadwal air, biasanya ketika Guris sampai air, jadi setelah dua hari kemudian kami mendapatkannya sampai be ton-ton jumlahnya. Sementara ini yang kami bisa tampung dan insya Allah akan lebih besar lagi ke depan seiring berjalannya waktu karena baru 5 kelompok petugu yang mengumpulkan bahan limbah itu ke kami, sekitar 2 ton per air,” tuturnya.

Untuk penampungan limbah, koperasi telah memanfaatkan fasilitas gudang yang tersedia. “Alhamdulillah, dari juknis koperasi itu memang salah satunya pergudangan. Di salah satu pengurus kami, yaitu sekretaris, itu memang sudah bergerak di ekspedisi pengiriman barang yang memang punya gudang. Jadi sekaligus termanfaatkan,” terangnya.

Terkait permodalan, meskipun sempat muncul isu adanya anggaran sebesar Rp1-3 miliar, Saifullah menyatakan koperasi Selumit hingga saat ini masih berjalan secara mandiri.

“Alhamdulillah sampai hari ini masih menggunakan swadaya anggota. Artinya masih mandiri. Karena memang dasarnya koperasi gotong royong dan kebersamaan,” katanya.

Ia juga menanggapi soal undangan dari pusat dalam rangka program koperasi nasional. Menurutnya, belum ada undangan secara langsung, melainkan hanya secara virtual.

“Alhamdulillah belum, teknis mokap live saja bersama kementerian dan pak presiden. Arahannya nanti masih menunggu pihak Telkom yang akan memfasilitasi di kantor koperasi nanti yang sudah kami punya. Nanti rencananya zoom live-nya di situ. Soal dipanggil oleh pusat itu urusan nanti lah, yang penting kita berbuat aja yang lebih baik untuk Tarakan, untuk Kalimantan Utara,” pungkasnya. (bar)

Anda Mungkin Juga Menyukai

HUT Ke-24 Partai Demokrat. Herman Hamid : DPC Kota Tarakan Komitmen Mengawal Aspirasi Masyarakat
Kapolda Pimpin Sertijab Sejumlah Pamen di Polda Kaltara
Wabup Bulungan Hadiri Syukuran Panen Desa Tengkapak
Jadi Pengedar Di Lingkungan Rumah Seorang Pemuda Diciduk Polisi
Investigasi Digencarkan Usai Insiden Longsor Dinding Tambang PT SPP Bunyu
Bagaimana menurutmu ?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0

Berita Terbaru

Penumpang Pelabuhan Lonjak Tajam Selama Ops Ketupat Kayan 2026
Kaltara
27 Maret 2026
Arus Balik Lebaran di Bandara Juwata Tarakan Diprediksi Meningkat pada Sabtu dan Minggu
Berita Prov. Kaltara Tarakan
27 Maret 2026
Indonesia–Malaysia Perkuat Komitmen: Kaltimtara Beraksi #2 Jadi Tonggak Kolaborasi Pemuda Lintas Negara
Berita Internasional Nasional Prov. Kaltara
25 Maret 2026
Jufri Budiman Dorong Penguatan Peternakan Ayam Petelur Lokal di Kaltara
Berita Prov. Kaltara Tarakan
25 Maret 2026
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber