By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Menerima
Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Kolaborasi AYS–Antara Lestari: Mangrove sebagai Pusat Penelitian dan Rumah Baru Bekantan di Pulau Tarakan
Bagikan
Masuk
Notification Menampilkan lebih banyak
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
Font ResizerAa
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Pencarian
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Punya akun yang sudah ada ? Masuk
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
Info Indo > Prov. Kaltara > Tarakan > Kolaborasi AYS–Antara Lestari: Mangrove sebagai Pusat Penelitian dan Rumah Baru Bekantan di Pulau Tarakan

Kolaborasi AYS–Antara Lestari: Mangrove sebagai Pusat Penelitian dan Rumah Baru Bekantan di Pulau Tarakan

Siddiq Rustan
Siddiq Rustan
Published: 10 Januari 2026
Bagikan
FOTO BERSAMA : Muhammad Abrar Putra Siregar (Founder AYS Indonesia) dan Sugeng Widarno (Ketua Lestari Kaltara) bersama Peserta Sosialisasi ‘SOBAT BEKANTAN’

TARAKAN – Dalam agenda “SOBAT BEKANTAN: REHABILITASI EKOSISTEM MANGROVE SEBAGAI HABITAT SATWA ENDEMIK PESISIR TARAKAN” yang digelar pada Sabtu (10/1/26), para pelaku konservasi dan komunitas lokal bergandengan tangan mendorong upaya pemulihan habitat mangrove sebagai langkah menyelamatkan bekantan, salah satu primata endemik Kalimantan yang populasinya kini terancam.

Muhammad Abrar Putra Siregar, Founder AYS Indonesia, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi antara AYS Indonesia dan kelompok Antara Lestari Kelurahan Kampung 4 untuk memperkuat fungsi kawasan konservasi sebagai tempat hidup dan penelitian bekantan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Bekantan ini merupakan salah satu hewan endemik Kalimantan yang statusnya hampir krisis. Kami melihat potensi besar di kawasan konservasi habitat yang terawat dan terjaga dapat menjadi wadah penelitian sekaligus pembelajaran tentang karakter bekantan,” ujar Abrar.

Abrar juga menyampaikan harapannya agar program penanaman habitat, khususnya mangrove di pesisir Pulau Tarakan, dapat menumbuhkan kembali populasi bekantan. Selain mangrove, pemulihan ekosistem dipandang akan berdampak positif pada biota lain seperti kepiting dan ikan. Ia mengajak generasi muda Tarakan untuk aktif merawat dan melestarikan lingkungan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Langkah-langkah kecil untuk kegiatan konservasi dan penanggulangan kerusakan lingkungan adalah perkara mulia jaga spirit ini, karena dari hal kecil bisa berdampak besar,” bebernya.

Sementara itu, Sugeng Widarno, Ketua Antara Lestari Kaltara, memaparkan metode rehabilitasi mangrove yang selama ini efektif diterapkan di wilayah pesisir. Menurut Sugeng, pilihan metode harus disesuaikan kondisi lokasi dan jenis substrat tanah.

“Untuk penanaman di pesisir dengan gelombang cukup besar, metode rumpun berjarak dinilai lebih efektif. Sedangkan untuk daerah bukan pesisir, metode intensif (misalnya 1×1 atau 2×1) dapat diterapkan,” jelasnya.

Sugeng memberi contoh jenis tanaman yang cocok untuk berbagai kondisi pantai. Di kawasan berpasir seperti Pantai Amal, jenis api-api lebih adaptif dibandingkan bakau yang tumbuh lebih baik di substrat lumpur yang cenderung lebih ke darat. Ia menekankan perlunya menyesuaikan jenis mangrove dengan kondisi tanah agar rehabilitasi berhasil.

Keduanya sepakat bahwa pembinaan dan keterlibatan generasi muda menjadi kunci keberlanjutan program. Sugeng menilai kegiatan ini penting untuk mengalihkan perhatian anak muda yang kini banyak terserap oleh dunia digital, menuju aktivitas produktif yang mencintai alam.

Agenda yang diadakan Komunitas AYS Indonesia tidak hanya berisi penanaman mangrove, tetapi juga sosialisasi pentingnya konservasi satwa endemik, pelibatan komunitas, serta potensi kawasan konservasi sebagai pusat studi dan ekowisata yang berkelanjutan. Penyelenggara berharap kegiatan ini menjadi langkah awal yang menginspirasi replikasi program serupa di wilayah lain di Kalimantan. (Sdq)

Anda Mungkin Juga Menyukai

Tolak Kehadiran LGBT, Warga Tanjung Pasir Inginkan LGBT Keluar Dari Tanjung Pasir
DPRD Kaltara Soroti LSL sebagai Penyumbang Kasus HIV, Dorong Pergub dan Skrining Sekolah
Terbang Perdana, SOA Udara Perintis Layani 16 Rute Penumpang dan 5 Kargo se-Kaltara
Gubernur Zainal : Jangan Mudah Termakan Berita Hoaks yang Bisa Memecah Belah
All Out Tolak Kenaikan BBM, PKS Seluruh Se-indonesia Nyatakan Sikap
Bagaimana menurutmu ?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0

Berita Terbaru

Komisi II DPRD Tarakan Soroti Kebutuhan Air dan Standar Menu MBG di SMPN 1 Tarakan
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
20 SD dan 10 SMP di Tarakan Belum Terima MBG, Komisi II DPRD Soroti Kesiapan Dapur
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Distribusi MBG di Beberapa Sekolah Tarakan Dinilai Terkoordinir, Masih Ada Paket Tidak Termakan
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Simon Patino: Jangan Biarkan Pedagang Kehilangan Mata Pencaharian
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber