TARAKAN – Formatur Ketua Terpilih Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Tarakan, Muh Hasbi Hasyim, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan tetap netral dari kepentingan politik serta menjadi wadah pemersatu seluruh warga Sulawesi Selatan di Tarakan.
Hasbi menekankan keberadaan KKSS harus dilandasi rasa syukur dan kebersamaan, bukan euforia kemenangan ataupun kepentingan kelompok tertentu.
“Organisasi ini bukan milik sekelompok orang. KKSS adalah milik seluruh warga Sulawesi Selatan yang ada di Tarakan,” ujarnya.
Menanggapi isu yang berkembang terkait kemungkinan adanya tarik-menarik kepentingan politik dalam proses pemilihan, Hasbi memastikan KKSS tidak akan berpihak kepada tokoh maupun kepentingan politik tertentu.
Ia mengaku sejak awal berkomitmen menjaga organisasi tetap independen agar tidak memicu gesekan di tengah masyarakat.
“Saya dari dulu tidak suka berpolitik. Organisasi tidak memilih siapa pun. Dengan gubernur iya, dengan wali kota iya, semuanya kita rangkul,” tegasnya.
Meski demikian, Hasbi menegaskan bahwa hak politik merupakan hak pribadi setiap warga dan tidak akan dibatasi oleh organisasi.
Sebagai formatur terpilih, Hasbi menyatakan seluruh aspirasi masyarakat akan diakomodasi melalui kepengurusan yang sedang disusun oleh dewan formatur.
Ia berharap seluruh pilar dan elemen organisasi, termasuk badan otonom, dapat dilibatkan agar struktur kepengurusan benar-benar merepresentasikan warga Sulawesi Selatan di Tarakan.
“Kalau bisa semua pilar harus terlibat. Kita ingin menumbuhkan rasa memiliki bahwa KKSS ini rumah bersama,” katanya.
Saat ini, dewan formatur masih melakukan komunikasi dan penyusunan struktur kepengurusan. Terkait pelantikan, Hasbi menyebut secara aturan biasanya dilakukan sekitar satu bulan setelah pemilihan, namun jadwal tersebut masih akan dibahas kembali karena berdekatan dengan bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.
Ia berharap proses konsolidasi organisasi dapat berjalan lancar sehingga KKSS Tarakan ke depan mampu menjadi wadah silaturahmi, persatuan, serta penguatan solidaritas sosial warga Sulawesi Selatan di perantauan. (Sdq)




