TARAKAN – Kerukunan Keluarga Bugis Makassar (KKBM) Provinsi Kalimantan Utara menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dalam memperkuat program sosial dan kebudayaan setelah berakhirnya Musyawarah Daerah (Musda) Ke-8 Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Tarakan. Organisasi ini sebelumnya menjadi salah satu pengusung pencalonan Muh Hasbi Hasyim dalam kontestasi kepemimpinan tersebut.
Ketua KKBM Provinsi Kalimantan Utara, Najamuddin, menyampaikan bahwa dukungan yang diberikan merupakan bagian dari upaya memperkuat solidaritas warga asal Sulawesi di perantauan. Menurutnya, setelah proses kompetisi berakhir, seluruh elemen organisasi diharapkan kembali bersatu untuk mendorong kemajuan bersama.
“Kami ingin membangun kolaborasi yang inklusif, baik dengan kepengurusan baru maupun seluruh elemen masyarakat. Tujuannya agar organisasi ini dapat memberi manfaat nyata bagi warga di perantauan dan masyarakat luas,” ujarnya pada Konferensi Pers di kediamannya, Selasa (17/2/26).
Ia menegaskan bahwa organisasi berbasis kekerabatan dan budaya harus tetap berfokus pada kerja sosial kemasyarakatan, termasuk penguatan jaringan sosial, kegiatan kebudayaan, serta pemberdayaan ekonomi warga. Selain itu, netralitas organisasi dari kepentingan politik praktis dinilai penting agar fungsi sosial tetap terjaga.
Menurut Najamuddin, kontribusi komunitas perantau Sulawesi Selatan di Kota Tarakan memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan daerah. Kolaborasi lintas komunitas dan sinergi dengan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat peran organisasi dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan ekonomi masyarakat.
Musda ke-8 KKSS Kota Tarakan sendiri berlangsung aman dan kondusif. Dengan terpilihnya nahkoda baru, KKBM berharap momentum ini dapat memperkuat persatuan warga serta meningkatkan kontribusi nyata organisasi bagi kemajuan daerah. (Sdq)




