By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Menerima
Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Kasus Meninggal Karena Covid-19 Sebagian Besar Karena Adanya Komorbid
Bagikan
Masuk
Notification Menampilkan lebih banyak
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
Font ResizerAa
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Pencarian
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Punya akun yang sudah ada ? Masuk
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
Info Indo > Covid-19 > Kasus Meninggal Karena Covid-19 Sebagian Besar Karena Adanya Komorbid

Kasus Meninggal Karena Covid-19 Sebagian Besar Karena Adanya Komorbid

Redaksi
Redaksi
Published: 7 Maret 2022
Bagikan
Kasus Meninggal Karena Covid-19 Sebagian Besar Karena Adanya Komorbid

TARAKAN – Hingga saat ini penularan covid-19 di Kota Tarakan terus peningkatan. Tercatat, per Kamis (3/3/2022) sore, kasus konfirmasi positif tercatat mencapai 1.486 kasus aktif dan adanya pertambahan konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 247 kasus. Hal itu diterangkan Wali Kota Tarakan dr. Khairul M.Kes.

Dijelaskannya, sejak akhir Februari 2022 kasus meninggal dunia sejak akhir Februari 2022 kemarin sebanyak 3 orang. Lanjutnya, Kasus meninggal dunia rerata karena faktor memiliki riwayat komorbid.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Yang dirawat rata-rata belum divaksin. Ada juga sudah vaksin tapi belum lengkap sampai dosis pertama ada juga yang sudah dosis kedua,” jelasnya.

Namun begitu, ia mengingatkan jika vaksinasi sangat penting sekali dilakukan masyarakat. Hal itu dikarenakan vaksin dapat meminimalisir penularan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Kalau dibiarkan batuk pilek lama-lama bisa jadi sesak napas bisa menyebabkan kematian. Selama tidak ada sakit tidak masalah,” ujarnya.

Adapu terkait PTM, untuk perubahan PPKM Level 2 ke PPKM level 3, PTM mengacu jika ada ada positif rate 8 persen, harus ditutup. Sebelumnya di 8 persen positif rate angka kadar kasusnya, maka sekolah disarankan tutup.

“Kalau membaik lagi, bisa dibuka. Kalau level 2 syaratnya vaksinasi di atas 80 persen dan lansia di atas 50 persen maka bisa PTM 100 persen.Makanya kemarin beberapa sekolah yang terpapar tutup karena di atas 8 persen,a da 18 persen ada 20 persen. Dua minggu ditutup,” pungkasnya.

Anda Mungkin Juga Menyukai

Capaian Vaksinasi Mencapai 90 Persen, Gubernur Ingatkan Prokes
Olimpiade Hulu Migas 2025: Pererat Silaturahmi SKK Migas, KKKS, dan Insan Media di Kalimantan–Sulawesi
Buntut Meningkatnya Gagal Ginjal Pada Anak, Obat Sirup Ditarik Dari Pasaran
Kasus Omicron Bertambah, PPKM Tarakan Naik Level Tiga
Kinder Joy Ditarik Dari Peredaran, Ini Penyebabnya
Bagaimana menurutmu ?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Komisi II DPRD Tarakan Soroti Kebutuhan Air dan Standar Menu MBG di SMPN 1 Tarakan
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
20 SD dan 10 SMP di Tarakan Belum Terima MBG, Komisi II DPRD Soroti Kesiapan Dapur
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Distribusi MBG di Beberapa Sekolah Tarakan Dinilai Terkoordinir, Masih Ada Paket Tidak Termakan
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Simon Patino: Jangan Biarkan Pedagang Kehilangan Mata Pencaharian
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber