By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Menerima
Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Hingga Akhir Maret, PMK Tarakan evakuasi 12 Hewan Liar Yang Meresahkan Warga
Bagikan
Masuk
Notification Menampilkan lebih banyak
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
Font ResizerAa
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Pencarian
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Punya akun yang sudah ada ? Masuk
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
Info Indo > Peristiwa > Hingga Akhir Maret, PMK Tarakan evakuasi 12 Hewan Liar Yang Meresahkan Warga

Hingga Akhir Maret, PMK Tarakan evakuasi 12 Hewan Liar Yang Meresahkan Warga

Redaksi
Redaksi
Published: 6 April 2022
Bagikan
Hingga Akhir Maret, PMK Tarakan evakuasi 12 Hewan Liar Yang Meresahkan Warga

TARAKAN – Hingga akhir Meret tahun ini Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Tarakan setidaknya sudah menanggani 13 kasus pada penangganan non kebakaran seperti melakukan evakuasi hewan liar yang meresahkan masyarakat dan menyelamatkan hewan dari kematian.

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi PMK Kota Tarakan, Irwan menjelaskan sebagian besar evakuasi dilakukan pada hewan melata sebanyak 7 kasus seperti ular dan biawak yang memasuki rumah masyarakat. Adapun kasus minim terjadi ialah melakukan penyelamatan pada seekor kucing saat nyaris tenggelam.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“”Jadi selama ini kami memang bukan menanggani kebakaran saja tapi operasi rescue non kebakaran juga kita lakukan. Semua itu untuk melayani masyarakat.
Di bulan Maret ini kami sudah beberapa kali mengevakuasi hewan diantaranya lebah 2 kali, tawon vespa 1 kali, ular tidak berbisa 3 kali, ular berbisa 4 kali, kucing 1 kali, biawak 1 kali terakhir 1 ekor kera. Total bulan Maret kami melakukan 13 evakuasi sampai tanggal 28,”ujarnya, Senin (28/03/2022).

Adapun kejadian terbaru ialah melakukan evakuasi pada seekor kera yang merusak kabel jaringan telpon dan internet masyarakat yang berada di Jalan Hasanuddin. Dijelaskannya, meski upaya tersebut terbilang sulit namun dengan menjalankan berbagai strategi akhirnya Kera tersebut berhasil ditangkap dan dipindahkan ke habitat asalnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Seekor kera ini sangat meresahkan warga di sekitar Jalan Hasanuddin di Kelurahan Karang Anyar Pantai itu, beberapa kabel jaringan internet terputus dan sering mengacak barang jualan di kios masyarakat,”tuturnya.

Dijelaskannya, selain hewan melata pihaknya juga kerap mendapat laporan adanya tawon vespa yang membangun sarang di rumah warga. Sehingga menurutnya dalam mengevakuasi sarang tawon ndas diperlukan strategi khusus untuk mengamankan hewan mematikan tersebut.

“Selain itu ada tawon biasanya. Tawon ini kalau kita sangat hati-hati dan safety. Karena jumlahnya yang banyak dan tergolong hewan agresif, jadi kita tidak boleh ceroboh saat mengevakuasi. Dan kita tidak mengizinkan ada warga yang menonton saat evakuasi tawon ini karena bisa membahayakan warga tersebut,”tukasnya.

Adapun hewan melata, menurutnya banyaknya kejadian hewan melata yang masuk ke rumah warga tidak terlepas dari kondisi kebersihan lingkungan rumah. Menurutnya biasanya lingkungan yang tidak bersih akan mengundang hewan kecil untuk datang seperti tikus, katak, kadal dan lain-lain. Dengan keberadaan hewan tersebut maka hal itu mengundang pemangsa ular atau pun biawak untuk datang mencari mangsanya.

“Sebenarnya kalau hewan melata yang masuk ke rumah itu dari kondisi kebersihan rumah. Karena hewan yang melata masuk ke rumah ini biasanya mengincar tikus, katak, kadal atau hewan yang lebih kecil. Sehingga untuk mengikuti buruannya ia terpaksa masuk ke rumah warga,”tukasnya.

Bukannya tidak pernah mengalami nasib naas, diterangkan Irwan petugasnya pernah mengalami disengat tawon Vespa atau ndas saat mencoba melakukan evakuasi lantaran baju pengamanan terdapat kerobekan. Sehingga hal itu dimanfaatkan twawon vespa masuk ke dalam baju. Beruntung petugas tersebut dengan cepat ditanggani.

“Pernah salah satu petugas kami tersengat tawon vespa. Tapi dengan cepat langsung ditanggani sehingga tidak menimbulkan dampak besar. Karena seperti kita ketahui tawon vespa ini kan memiliki bisa,”tutupnya.

Anda Mungkin Juga Menyukai

Tidak Ada Habis, Lagi Peredaran Kosmetik Ilegal Terungkap
Kunjungan dan Koordinasi Komandan Lantamal XIII Tarakan di Polres Tarakan, Perkuat Sinergi Pengamanan Pelabuhan Tengkayu
Hadiri Perayaan HPN, Walikota Tarakan Ungkap Jasa Pers dalam Perjalanan Bangsa
Kapal Kayu Bermuatan Sembako Karam di Sungai Tibi
Kaltara Berduka, Putra Sulung Gubernur Meninggal Dunia
Bagaimana menurutmu ?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Komisi II DPRD Tarakan Soroti Kebutuhan Air dan Standar Menu MBG di SMPN 1 Tarakan
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
20 SD dan 10 SMP di Tarakan Belum Terima MBG, Komisi II DPRD Soroti Kesiapan Dapur
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Distribusi MBG di Beberapa Sekolah Tarakan Dinilai Terkoordinir, Masih Ada Paket Tidak Termakan
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Simon Patino: Jangan Biarkan Pedagang Kehilangan Mata Pencaharian
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber