TARAKAN – Formatur Ketua Terpilih Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Tarakan, Muh Hasbi Hasyim, menegaskan bahwa penguatan program sosial akan menjadi salah satu prioritas utama kepengurusan yang tengah disusun. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat solidaritas dan perlindungan sosial bagi warga Sulawesi Selatan yang merantau dan bermukim di Tarakan.
Menurut Hasbi, pendataan warga menjadi kebutuhan mendasar agar program sosial organisasi dapat berjalan tepat sasaran. Ia menilai setiap pilar dan elemen KKSS memiliki peran penting karena mereka yang paling mengetahui kondisi dan keberadaan warganya di lapangan.
“Harapan kita semua pilar dirangkul, karena pilar yang tahu warganya siapa,” ujarnya, Selasa (17/2/26).
Selain pendataan, KKSS juga merencanakan pembentukan dana sosial berbasis gotong royong. Dana tersebut dirancang berasal dari kontribusi sukarela warga dengan nominal yang fleksibel, sehingga dapat diikuti oleh seluruh anggota komunitas.
“Mau Rp10.000, Rp20.000, atau Rp50.000, yang penting ada kontribusi dari semua warga Sulawesi Selatan,” katanya.
Hasbi menjelaskan, inisiatif ini dilatarbelakangi realitas bahwa tidak semua perantau berhasil secara ekonomi. Dalam pengalamannya, ia masih sering menjumpai warga yang mengalami kesulitan hidup, termasuk saat membutuhkan penanganan medis.
Dana sosial tersebut nantinya direncanakan dikelola melalui bidang khusus dalam struktur kepengurusan KKSS, dengan fokus membantu warga yang menghadapi kondisi darurat atau kesulitan ekonomi.
Ia berharap langkah ini dapat memperkuat rasa kebersamaan dan memastikan kehadiran KKSS sebagai organisasi yang tidak hanya bersifat kultural, tetapi juga menjadi jaringan perlindungan sosial bagi warganya di perantauan. (Sdq)




