TARAKAN – Sejumlah sekolah di wilayah pesisir Kota Tarakan dilaporkan belum terlayani program Makan Bergizi Gratis (MBG) akibat belum tersedianya dapur mitra yang beroperasi di sekitar lokasi sekolah. Hal itu terungkap dalam rapat pengawasan Komisi II DPRD Tarakan bersama Dinas Pendidikan dan Koordinator Wilayah SPPG.
Ketua Komisi II DPRD Tarakan, Simon Patino, menyebut salah satu sekolah yang belum terlayani adalah SD 028, yang terkendala jarak dapur penyedia layanan MBG.
“Penjelasan SPPG, karena tidak ada dapur yang dekat dengan sekolah tersebut,” ujarnya, Senin (9/2/26).
Wilayah pesisir yang belum terlayani MBG antara lain Sumit Pantai, Karanganyar Pantai, Tanjung Pasir, dan Pantai Amal di Kecamatan Tarakan Timur. Sementara wilayah Tarakan Utara dilaporkan sudah lengkap terlayani program tersebut.
Komisi II meminta Korwil SPPG mendata dapur mitra yang sudah ditunjuk namun belum beroperasi, termasuk kendala yang dihadapi. Data tersebut akan menjadi dasar pemanggilan calon mitra untuk dimintai klarifikasi.
”Nanti kita akan tanyakan permasalahannya apa. Mampu atau tidak, jangan sampai tidak mampu tapi diam-diam saja, sehingga anak-anak kita menunggu,” tegas Simon.
Ia juga menyoroti kemungkinan kendala logistik, termasuk ketersediaan alokasi bahan dan sarana pendukung dapur. Menurutnya, persoalan teknis tersebut harus diidentifikasi untuk mencari solusi percepatan operasionalisasi dapur MBG di wilayah pesisir.
Komisi II menegaskan akan mengejar penyelesaian hambatan tersebut agar pelaksanaan program nasional MBG dapat merata dan tidak menimbulkan ketimpangan layanan pendidikan dan gizi di Kota Tarakan. (Sdq)




