Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : DPRD Kaltara Perluas Penanganan HIV/AIDS: Pendekatan Multi-Sektor dan Sasaran Komunitas LGBT
Bagikan
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Search
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Ikuti Kami
© 2025 Facesia.com
Info Indo > Prov. Kaltara > Tarakan > DPRD Kaltara Perluas Penanganan HIV/AIDS: Pendekatan Multi-Sektor dan Sasaran Komunitas LGBT

DPRD Kaltara Perluas Penanganan HIV/AIDS: Pendekatan Multi-Sektor dan Sasaran Komunitas LGBT

Siddiq Rustan
Siddiq Rustan
Published: 22 Januari 2026
Bagikan
6 Minimal Baca
Komisi IV DPRD Kaltara bersama Dinas Kesehatan Kota Tarakan Gelar Dialog tentang Gambaran & Situasi Penyakit HIV di Kota Tarakan
Bagikan

TARAKAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berencana memperluas strategi pencegahan dan penanganan HIV/AIDS dengan pendekatan lintas-sektor. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, Syamsuddin Arfah, yang menegaskan rencana dewan untuk tidak hanya mengandalkan intervensi kesehatan semata, melainkan melibatkan berbagai pemangku kepentingan sosial, agama, dan psikologi.

“Sebenarnya ini baru satu bagian dari rencana kami di DPRD Kaltara, itu untuk HIV AIDS. Tetapi HIV AIDS ini nanti targetnya juga kami akan bicaranya ke LGBT yang lagi marak, baik di Tarakan maupun di Kaltara,” ujarnya pada Kamis (22/1/26).

- Advertisement -
Ad imageAd image

Ia menyebutkan langkah awal yang dilakukan DPRD adalah dialog dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), dengan agenda lanjutan yang melibatkan lebih banyak pihak.

“Terus kemudian, kita baru masuk dulu bicara di dinkes, nanti kemudian minggu depan kita akan lanjut dengan stakeholder terkait,” kata Syamsuddin.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Jadi nggak hanya dinas kesehatan, tapi juga nanti kita masuk ke dinas pemberdayaan perempuan, MUI, kemudian yang lain lah. Jadi ini nggak bisa hanya satu bagian, tapi dari bagian yang lain,” tambahnya.

Menurutnya, data yang dibahas tadi, menunjukkan pola penularan yang penting untuk dicermati. Dengan Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL), ia mengambil kesimpulan harus segera ditangan yang bersifat preventif, agar penyebarannya dapat dihentikan.

“Coba kita lihat dari data Tarakan aja, bahwa ternyata penyebaran yang paling tinggi itu kan adalah lelaki penyuka seks sama laki-laki. Jadi memang kan dari situ kan, dan saya yakin ini banyak. Jadi kalau ini tidak dilakukan langkah-langkah yang sifatnya preventif, nanti akan menyebar menjadi lebih luas,” bebernya.

Berdasar temuan ini, DPRD Kaltara mendorong agar strategi pencegahan tidak hanya menekankan aspek pengetahuan kesehatan atau pendekatan spiritual. Ia menekankan perlunya pendekatan holistik.

“Karena ini nggak hanya bisa kita masukin hanya penyampaian dari aspek spiritual agama, tapi juga dari aspek psikologi. Kemudian dari aspek kesehatan, dan lain sebagainya,” tegasnya.

“Nggak bisa. Kalau kita hanya menyampaikan dari aspek satu, misalnya dari pengetahuan aja, tentu anak sekolah nggak kena, tapi ternyata kan mereka terkena. Ada dari aspek lainnya, jadi aspek psikologinya, dan lain sebagainya. Dan itu menurut saya memang dari rangkaian yang harus kita tindak lanjutin. Nggak bisa hanya sentuhannya spiritual aja, nggak bisa hanya sentuhannya pengetahuan saja, tapi dari aspek kejiwaan juga jadi hal yang penting. Termasuk keluarga,” tambahnya.

Dalam diskusi tadi, sejumlah masukan ringan sempat disampaikan oleh anggota dewan lain, termasuk usulan untuk memasukkan aktivitas seperti di gym atau pesantren sebagai bagian dari ruang intervensi. Menanggapi itu, Syamsuddin menyatakan keterbukaan terhadap berbagai segmen.

“Iya. Jadi kan memang terintegrasi ya,” ungkapnya.

Ia menambahkan tidak ada satu ruang tunggal yang lantas dianggap penyebab. Sebaliknya, risiko dapat muncul di berbagai tempat.

“Kan banyak yang tempat-tempat yang dianggap rentan, risiko tinggi, tetapi kita lihat masuklah semuanya. Karena di gym juga mungkin bisa, tetapi di baik sekolah-sekolah agama juga memungkinkan bisa tadi itu. Jadi seperti itu. Jadi ruangnya itu kita perlebar,” bebernya.

Terkait tingginya jumlah kasus HIV di Tarakan yang menjadi perhatian dalam pertemuan, Syamsuddin mengatakan perlu kehati-hatian dalam membaca data. Ia memaparkan dua kemungkinan. Pertama, faktor demografis karena jumlah penduduk Tarakan relatif lebih besar. Kedua, peran Tarakan sebagai pintu gerbang yang aktif yang memungkinkan mobilitas tinggi dan interaksi lintas daerah.

“Boleh jadi memang karena jumlah penduduk Tarakan itu lebih besar. Kemudian yang kedua dia merupakan pintu gerbang. Tetapi boleh jadi tadi memang banyak PL-PLnya, terus juga banyak memang pintu-pintu yang mereka lakukan, misal haji dan sebagainya yang tidak dilakukan oleh daerah lain,” katanya.

Syamsuddin juga mengisyaratkan kemungkinan perbedaan angka antar daerah bisa dipengaruhi oleh tingkat proaktivitas masing-masing kabupaten/kota dalam pelaporan dan penjangkauan.

“Boleh jadi Tarakan itu memang lebih banyak, atau boleh jadi memang karena Tarakan itu memang proaktif dibanding dengan kabupaten-kota yang lain. Sehingga boleh jadi di kabupaten-kota yang lain itu jumlahnya sedikit karena tidak proaktif. Makanya ini kita perlu polua pertemuan di akan data,” kata syamsuddin.

Menutup keterangannya, Syamsuddin menegaskan rincian program dan bentuk intervensi akhir akan ditentukan setelah dialog teknis dengan Dinas Kesehatan dan pemangku kepentingan lain.

“Tergantung penanganannya. Nanti kan begini, kita akan bicara sama dinkes. Kalau kaitannya ke dinkes. Tapi nanti akan kita bicara juga di aspek-aspek yang lain. Apa nih yang mau kita indikan. Sehingga minggu depan itu penting untuk di follow up,” pungkasnya.

DPRD Provinsi menekankan komitmen untuk merancang strategi yang komprehensif dan terukur, yang memperhitungkan aspek kesehatan, agama, psikologi, pemberdayaan, serta peran keluarga dan komunitas. Sementara itu, narasumber berharap agar intervensi yang dirancang bersifat preventif dan berkelanjutan agar penyebaran HIV tidak meluas ke kelompok-kelompok lain.

Dengan rencana pertemuan lanjutan antara DPRD, Dinas Kesehatan, serta sejumlah elemen masyarakat, Tarakan dan Kaltara berada pada titik awal penguatan kebijakan pencegahan HIV/AIDS yang lebih menyeluruh. Publik menunggu langkah konkret yang tidak hanya mengedukasi, tetapi juga menjangkau kelompok rentan melalui pendekatan berbasis bukti dan sensitivitas sosial. (Sdq)

Anda Mungkin Juga Menyukai

Atasi Krisis Air Baku Tarakan, Dari Pengadaan Pompa sampai Pipanisasi Bulungan-Tarakan Sudah Dibahas
Jalan di Selumit Pantai Disemenisasi, Warga Apresiasi Kinerja Hj Jamaliah
Disdik Tarakan Pastikan Tidak Ada Potongan PIP, Bantuan Transfer Langsung ke Rekening Murid
Tarakan Kekurangan Tenaga Guru, Pemkot Koordinasi ke Pusat
Herman Tegaskan Bantuan PIP Harus Tepat Saran, Tanpa Potongan Dalam Bentuk Apapun
Bagikan Artikel ini
Facebook Copy Link Print

Berita Terbaru

Program Pusling Lapas Tarakan Dukung Literasi Warga Binaan
Literasi
25 September 2026
HLM BI Kaltara Dorong Money Changer Berizin di Kalimantan Utara
Ekonomi
25 September 2026
Tarakan Juara TPID Award 2026, Inflasi Terkendali lewat Inovasi Lokal
Ekonomi
25 September 2026
Pengamat: Stop Hoaks dan Persekusi Digital Anak Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Hukum
25 September 2026

Berita Terhangat

BeritaBudayaSeni BudayaTarakan

Pekan Kebudayaan Daerah VI Ditutup, Ketua DPRD Tarakan Muhammad Yunus : Kebudayaan dan Keharmonisan Masyarakat Harus Dirawat Bersama

25 Agustus 2026
BeritaEnergiIndustriMigas

SKK Migas dan Polda Kaltim Perkuat Sinergi Pengamanan Hulu Migas

23 Agustus 2026
BeritaEnergiIndustriMigas

Tahap Konstruksi, Pemotongan Baja Perdana untuk Pengembangan Lapangan Gas Laut di Indonesia

14 Agustus 2026
KaltaraProv. Kaltara

Jembatan Garuda Juata Kerikil Resmi Dibuka, Warga Hemat Jarak Tempuh 7 Km

13 Agustus 2026
Sebelumnya Berikutnya
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Kehilangan Password ?