TARAKAN – Posko Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Udara Lebaran 2026 di Bandara Juwata Tarakan resmi ditutup pada Senin (30/3/2026). Selama 18 hari operasi, layanan penerbangan berjalan aman, tertib, dan lancar berkat sinergi solid antar stakeholder.
Periode yang berlangsung sejak 13 hingga 30 Maret tersebut menjadi bukti nyata bahwa koordinasi lintas sektor mampu menjaga kelancaran mobilitas udara di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.
Seluruh kegiatan posko berjalan dengan aman dan tertib, tanpa insiden signifikan yang mengganggu operasional.
Keberhasilan ini tak lepas dari kolaborasi intensif berbagai pihak, mulai dari otoritas bandara, maskapai penerbangan, ground handling, hingga unsur TNI, Polri, Pemerintah Daerah, BMKG, Basarnas, dan dukungan media.
Sepanjang periode posko, Bandara Juwata mencatat pergerakan yang cukup signifikan. Total penumpang berangkat mencapai 20.218 orang, sementara penumpang datang sebanyak 16.552 orang. Pergerakan pesawat juga terpantau stabil, dengan 241 keberangkatan dan 246 kedatangan.
Untuk sektor kargo, tercatat pengiriman barang berangkat seberat 165.780 kg dan kedatangan 227.034 kg. Angka-angka ini menggambarkan betapa vitalnya Bandara Juwata sebagai gerbang konektivitas di Tarakan, terutama saat momen keagamaan yang memicu lonjakan mobilitas.
Arus mudik mencapai puncaknya pada 27 Maret 2026 dengan 1.474 penumpang, sementara puncak arus balik terjadi dua hari kemudian pada 29 Maret dengan 1.421 penumpang.
Meski terjadi peningkatan, pengelola bandara berhasil menjaga situasi tetap terkendali, menunjukkan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia dalam menghadapi tekanan musiman.
Kepala Bandara Juwata Tarakan, Bambang Hartarto, mengapresiasi tinggi kerja sama semua pihak yang terlibat. Menurutnya, keberhasilan posko ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi yang solid.
“Keberhasilan pelaksanaan Posko Angkutan Udara Lebaran Tahun 2026 ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi yang solid dari seluruh stakeholder. Hal ini menjadi komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa data dan pengalaman selama posko akan menjadi bahan evaluasi mendalam untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi udara ke depan, khususnya di Bandara Juwata sebagai salah satu simpul penting di Kaltara.
Ketua Posko Angkutan Udara Lebaran 2026 Bandara Juwata secara resmi menyatakan penutupan posko. Ia berharap semangat pelayanan prima dan prioritas keselamatan tetap menjadi fondasi operasional bandara sehari-hari, tidak hanya saat momentum Lebaran.
Dengan ditutupnya posko ini, Bandara Juwata kembali ke rutinitas normal, namun komitmen menjaga standar keselamatan dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama.
Keberhasilan tahun ini diharapkan menjadi modal berharga untuk penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun mendatang yang lebih baik. (*)
Reporter : Arif Rusman



