TARAKAN – Ketua Komisi II DPRD Kota Tarakan, Simon Patino, mengungkapkan masih adanya sekolah yang belum menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdasarkan hasil evaluasi dan uji petik yang dilakukan pihaknya.
Menurut Simon, saat ini tercatat 20 sekolah dasar (SD) dan 10 sekolah menengah pertama (SMP)di Tarakan belum terlayani program tersebut. Salah satu penyebab utama keterlambatan distribusi adalah belum siapnya sejumlah dapur pelaksana yang menjadi bagian dari rantai distribusi MBG.
“Dari SD ada 20 SD yang belum dapat, dari SMP ada 10 SMP yang belum dapat. Alasannya, dari pertemuan kemarin, masalahnya ada beberapa dapur yang belum siap. Ada delapan yang belum siap,” ujar Simon Patino, Selasa (10/2/26).
Ia menjelaskan, dapur pelaksana memiliki peran krusial dalam penyediaan makanan bagi siswa, sehingga keterlambatan kesiapan dapur berdampak langsung pada distribusi ke sekolah-sekolah. Komisi II DPRD Tarakan pun akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan langkah strategis dalam mengatasi kendala tersebut.
“Makanya hari ini kita evaluasi semua, nanti formula apa yang akan kita ambil untuk masalah ini,” tambahnya.
Simon menegaskan, pihaknya akan mendorong percepatan kesiapan dapur, peningkatan koordinasi lintas perangkat daerah, serta perbaikan sistem distribusi agar cakupan MBG bisa merata di seluruh sekolah di Kota Tarakan.
Komisi II DPRD Tarakan juga menekankan pentingnya transparansi data sekolah penerima MBG serta kesiapan teknis penyedia, guna memastikan program strategis tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran. (Sdq)




