By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Menerima
Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : TPBIS Butuh Komitmen Pemangku Kepentingan
Bagikan
Masuk
Notification Menampilkan lebih banyak
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
Font ResizerAa
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Pencarian
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Punya akun yang sudah ada ? Masuk
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
Info Indo > Advertorial > TPBIS Butuh Komitmen Pemangku Kepentingan

TPBIS Butuh Komitmen Pemangku Kepentingan

Redaksi
Redaksi
Published: 19 Juli 2022
Bagikan
TPBIS Butuh Komitmen Pemangku Kepentingan

TANJUNG SELOR – Untuk mendorong penerima manfaat program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) di Kaltara kian siginifikan, dibutuhkan komitmen dukungan Kerjasama dari para pemangku kepentingan (stake holder). Termasuk sektor swasta lewat tanggungjawab sosialnya atau Corporate Social Responsibility.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kaltara Ramli, SE, M.Si saat memberikan sambutan dalam acara kegiatan Sosialisasi Provinsi Kaltara, di Hotel Luminor, Selasa (19/7/2022).

- Advertisement -
Ad imageAd image

Ramli mengatakan, program TPBIS yang dilaksanakan sejak 2020 lalu, baru dirasakan manfaatnya oleh tiga perusda dan 12 perpusdes. Padahal program tersebut bertujuan memperkuat peran perpustakaan umum dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga mampu meningkatkan inovasi, kreativitas masyarakat serta kesenjangan akses informasi.

“Insya Allah dalam waktu dekat kita akan laksanakan pertemuan para pemangku kepentingan, termasuk pihak swasta agar ada komitmen terkait TPBIS. Harapannya penerima manfaat bisa meningkat kesejahteraannya, mandiri serta menularkan ilmunya kepada masyarakat sekitarnya,” ujarnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Ramli menyebutkan, bahwa Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kaltara pada tahun 2021 mencapai 16,71 persen, dengan tingkat kegemaran membaca sebesar 56,12 persen. Namun
angka tersebut masih rendah jika dibandingkan dengan tingkat kegemaran membaca Indonesia untuk tahun 2024 mendatang, yakni sebesar 71,3 persen.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa perpustakaan dengan basis inklusi sosial merupakan perpustakaan yang memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk melihat keberagaman budaya, memiliki keinginan untuk menerima perubahan, dan memberi kesempatan dalam berusaha dan melindungi budaya.

Menurutnya, hal ini penting agar perpustakaan tak hanya berperan sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku, melainkan sebagai wahana pembelajaran untuk mewujudkan pemberdayaan masyarakat yang lebih baik.

Perlu adanya sinegritas dan kolaborasi untuk mendukung TPBIS. Diharapkan dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap citra perpustakaan dan memberi dampak peningkatan kesejahteraan bagi pemustakanya.

“Saya berharap seluruh peserta sosialisasi mengikuti kegiatan ini sebaik mungkin, sehingga keberlangsungan program ini lebih aktif dengan melibatkan berbagai pihak,” pungkas Ramli.

Dalam sambutan tertulisnya, gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang menyampaikan, seiring perkembangan zaman, terutama di era industri 4.0 seperti saat ini, keberadaan Perpustakaan harus terus diperkuat. Dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul melalui peningkatan literasi.

“Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, serta kebutuhan masyarakat, mendorong Pemerintah menyelenggarakan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Di mana, ini merupakan bagian dari program nasional 2020-2024,” ujarnya. Pemprov sendiri mendorong program tersebut. Untuk semakin meningkatkan literasi di Kaltara.

Sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi ini, Dyah Nugraheni dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jawa Tengah, dan Direktur Standardisasi dan Akreditasi Perpustakaan Nasional, Supriyanto. Sosialisasi diikuti perwakilan OPD di lingkup Pemprov, serta dari Dinas Perpustakaan kabupaten-kota se Kaltara. (dkisp)

Anda Mungkin Juga Menyukai

Tak Hanya Infrastruktur, DPMPTSP Genjot Sektor Perikanan Hingga Pariwisata untuk Tarik Investor
Gubernur Beri OPD Dua Pekan untuk Jalankan Rekomendasi BPK
Puncak Perayaan Jadi Momentum Kembalinya Hari Jadi Kaltara
Hasil Selter Diumumkan Pekan Depan
Hobi Masak Sejak Remaja, Gubernur Suguhkan Capcay Jadi Menu Sahur
Bagaimana menurutmu ?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Komisi II DPRD Tarakan Soroti Kebutuhan Air dan Standar Menu MBG di SMPN 1 Tarakan
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
20 SD dan 10 SMP di Tarakan Belum Terima MBG, Komisi II DPRD Soroti Kesiapan Dapur
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Distribusi MBG di Beberapa Sekolah Tarakan Dinilai Terkoordinir, Masih Ada Paket Tidak Termakan
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Simon Patino: Jangan Biarkan Pedagang Kehilangan Mata Pencaharian
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber