TARAKAN – Politeknik Kaltara resmi membuka penerimaan mahasiswa baru dengan target pembukaan tujuh kelas pada empat program studi yakni Keperawatan (minimal 3 kelas), Farmasi (2 kelas), Promosi Kesehatan (1 kelas) dan Sistem Informasi Smart City (1 kelas) dengan target minimal 35 mahasiswa untuk tiap kelas Sistem Informasi. Pernyataan ini disampaikan Direktur Politeknik Kaltara, Dr. Muhammad Aris, M.Kes., dalam keterangan yang disampaikan beberapa waktu terakhir.
Dr. Aris menjelaskan bahwa jalur penerimaan yang disediakan meliputi jalur beasiswa, jalur mandiri, dan jalur prestasi. Ia menambahkan bahwa berbagai sumber beasiswa disinergikan untuk membantu akses pendidikan, termasuk KIP melalui Kementerian Pendidikan, beasiswa dari DPD, dukungan pihak swasta seperti BSI, serta skema beasiswa internal kampus berupa pembebasan SPP bagi mahasiswa yang membutuhkan.
“Kampus menyediakan bantuan beasiswa internal yang berupa pembebasan SPP bagi mahasiswa yang membutuhkan agar tetap dapat melanjutkan studi,” terang Dr. Aris pada Selasa, (11/11/25).

Dalam hal seleksi, Dr. Aris menekankan bahwa Politeknik Kaltara menerapkan persyaratan kesehatan ketat, calon mahasiswa diwajibkan lolos pemeriksaan yang mencakup tes buta warna, tes narkoba, dan kondisi kesehatan lainnya; selain itu pihak kampus juga menegaskan kebijakan terkait kehamilan sebelum penerimaan.
“Kami tidak ingin masuk di sini yang pertama buta warna. Yang kedua kami tidak ingin ada narkoba. Dan yang ketiga itu terutama hamil kami tidak terima,” ujarnya
Mengenai kurikulum, Politeknik Kaltara telah mengimplementasikan Outcome-Based Education (OBE) mulai kurikulum 2025. Menurut Dr. Aris, OBE menekankan pencapaian kompetensi lulusan melalui intensitas praktik yang lebih besar dibanding teori. Contoh penerapan yang disebutkan ialah mata kuliah ilmu sosial budaya dan dasar kesehatan masyarakat yang dijadwalkan penuh sehari penuh (mis. jam 08.00–16.00) untuk memastikan mahasiswa mendapat cukup pengalaman praktik. Pihak kampus juga mendatangkan ahli dari Jawa untuk melatih dosen dan menerapkan standar praktik yang sesuai industri.
Dr. Aris menegaskan fokus pendidikan di Politeknik Kaltara adalah mencetak lulusan yang siap kerja. Ia menyebut beberapa alumnus yang telah langsung terserap kerja bahkan sebelum menyelesaikan seluruh administrasi STR terutama di prodi Farmasi sebagai bukti keterhubungan program praktik kampus dengan pasar kerja. Selain itu, ada mahasiswa yang bekerja sambil menuntut ilmu karena jadwal praktik yang padat dan relevan dengan kebutuhan industri.
Untuk proses sosialisasi, Politeknik Kaltara telah mulai mengenalkan program ke sejumlah sekolah. Untuk pengembangan penerimaan di luar daerah, kampus menunggu rekomendasi dari Dinas Pendidikan Provinsi sebagai bagian dari prosedur administrasi. Dr. Aris mengimbau masyarakat Kaltara agar memanfaatkan kesempatan pendidikan di Politeknik Kaltara bagi putra-putri yang ingin segera berkarier setelah lulus. (sdq)




