By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Menerima
Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Pastikan Pemerintah Hadir Stabilkan Harga Udang
Bagikan
Masuk
Notification Menampilkan lebih banyak
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
Font ResizerAa
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Pencarian
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Punya akun yang sudah ada ? Masuk
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
Info Indo > Advertorial > Pastikan Pemerintah Hadir Stabilkan Harga Udang

Pastikan Pemerintah Hadir Stabilkan Harga Udang

Redaksi
Redaksi
Published: 9 November 2022
Bagikan
BERSINERGI : Gubernur Kaltara, Drs H Zainal A Paliwang SH, M.Hum bersalam komando bersama Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Haeru Rahayu usai Rapat Tindak Lanjut Stabilisasi Harga Udang di Kota Tarakan, Selasa (8/11). Foto: Dksip Kaltara

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Drs H Zainal A Paliwang SH, M.Hum memastikan kehadiran pemerintah dalam menangani stabilitas harga udang. Hal ini disampaikannya saat memimpin Rapat Tindak Lanjut Stabilisasi Harga Udang Di Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (8/11).

Ia mengungkapkan, keadaan global yang terjadi saat ini memberikan dampak besar terhadap penurunan atas harga udang. Agenda ini bentuk perhatian pemerintah dan wujud kehadirannya d itengah masyarakat dalam memberikan solusi stabilisasi harga udang.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Saya pastikan tetap berpihak kepada masyarakat,”tegas Gubernur.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Menurutnya salah satu komoditas utama yang dapat diandalkan di Kaltara adalah Udang. Di mana sumber daya alam yang potensial ada di sektor perikanan. Hadir dalam pertemuan itu, Dirjen Perikanan Budidaya, Haeru Rahayu, Wakil Wali Kota Tarakan, Effendi Djuprianto, sejumlah anggota DPRD Provinsi Kaltara dan Kota Tarakan serta Asosiasi Petambak.

Bahkan bila dibandingkan dengan daerah lain persebaran 57,56 persen dengan potensi peningkatan devisa eksisting Rp2,2 T pada tahun 2018.

“Kita targetkan pada tahun 2023 dapat mencapai Rp6,8 T,”katanya.

Gubernur mengungkapkan, lapangan usaha industry pengolahan juga dapat terus ditingkatkan. Khususnya jenis udang windu atau black tiger. Potensi ini terlihat dengan luas lahan tambak budidaya saat ini mencapai 77 ribu hektare (ha).

“Dengan produksi mulai dari 7 – 9 ribu ton. Hal tersebut sejatinya merupakan potensi besar bagi sektor perikanan di Kaltara,”sebutnya.

Karena itu, ia meminta agar Tim Satuan Tugas (Satgas) yang telah dibentuk oleh Pemprov Kaltara dapat bekerja maksimal agar harga udang dapat segera distabilkan.

“Saya instruksikan agar tim satgas segera melakukan langkah-langkah kongkrit dalam upaya menstabilkan harga udang,”tuntasnya.

Sementara itu, Dirjen Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Haeru Rahayu mengungkapkan, isu harga udang sangat luar biasa secara global.

“Jadi tidak hanya di Kalimantan Utara saja. Di Kaltara cukup unik, kami perlu datang untuk berdiskusi mencari solusi agar stabilitas harga udang bisa kita kembalikan. Kita cari benang merahnya dan solusinya. Saya mengapresiasi kepada Gubernur yang telah mengundang kami,”katanya.

Dikatakannya, KKP saat ini sedang mengusung amanah target produksi udang. Di mana pemerintah pusat menargetkan memenuhi 250 persen nilai ekspor pada tahun 2024 atau dengan jumlah produksi 2 juta ton.

“Untuk itu kami menaruh perhatian besar terhadap harga udang. Mulai hulu hingga hilir yang mana, udang windu di Kaltara ini menjadi primadona,”bebernya.

Ia mengungkapkan, harga turun disebabkan oleh kondisi global yang tidak menentu. Karena itu, semua pihak harus saling bersinergi baik dari hulu ke hilir. Diagnosanya, kata dia harus terintegrasi tidak bisa secara parsial.

“Harga pokok acuan yang kita keluarkan. Di Tata Niaga ada supplier. Kalau bisa kita kerja sama dengan supermarket dan minimarket. Ini mungkin metode yang harus kita kolaborasikan dengan profit sharing. Sehingga efisiensi harga bisa ditambah,”paparnya.(dkisp)

Anda Mungkin Juga Menyukai

Kaltara Bukukan Pendapatan yang Cukup Baik, Belanja Masih Perlu Didorong
Motivasi Guru SMA 1 Sebuku, Wagub Minta Kepsek Segera Usulkan Kebutuhan Sekolah
Rembuk Stunting, Wagub Fokuskan pada Transformasi Pikiran
Wagub Hadiri Mubes XI Pebekat Tawai Bakung
Pemprov Usulkan 1.500 Sambungan Baru Listrik Gratis ke Kementerian ESDM
Bagaimana menurutmu ?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Penumpang Pelabuhan Lonjak Tajam Selama Ops Ketupat Kayan 2026
Kaltara
27 Maret 2026
Arus Balik Lebaran di Bandara Juwata Tarakan Diprediksi Meningkat pada Sabtu dan Minggu
Berita Prov. Kaltara Tarakan
27 Maret 2026
Indonesia–Malaysia Perkuat Komitmen: Kaltimtara Beraksi #2 Jadi Tonggak Kolaborasi Pemuda Lintas Negara
Berita Internasional Nasional Prov. Kaltara
25 Maret 2026
Jufri Budiman Dorong Penguatan Peternakan Ayam Petelur Lokal di Kaltara
Berita Prov. Kaltara Tarakan
25 Maret 2026
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber