TARAKAN – Komisi III DPRD Kota Tarakan bersama perangkat daerah terkait bergerak cepat menindaklanjuti laporan kerusakan dan minimnya penerangan di Jalan Aki Balak (depan gapura Jl. Reformasi), Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat. Langkah ini diambil usai adanya keluhan warga dan insiden yang sempat menimbulkan korban di lokasi tersebut.
Ketua Komisi III DPRD Kota Tarakan, Randy Ramadhana, mengatakan setelah menerima laporan, pihak legislatif langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan, Balai Jalan Nasional (Kementerian PUPR) serta PDAM setempat.
“Alhamdulillah hari ini sudah ditindaklanjuti. Ternyata di sana ada informasi kebocoran pipa PDAM. Saya sudah berkoordinasi dengan kepala PDAM dan langsung direspon cepat, lagi dicek apakah benar ada kebocoran. Kalau ada, segera diperbaiki oleh PDAM, lalu jalan akan diperbaiki oleh Balai Jalan Nasional,” ujar Randy pada Jumat (9/1/26).
Randy juga menambahkan koordinasi dengan pihak terkait berjalan baik dan cepat menurunkan tim ke lapangan. Ia berharap pemeriksaan lebih lanjut bisa memastikan penyebab kerusakan, termasuk kebocoran pipa PDAM sehingga perbaikan dapat dilakukan bertahap perbaikan pipa PDAM serta penanganan badan jalan oleh Balai Jalan Nasional, lalu pemasangan PJU oleh Dishub.
“Semoga 1–2 hari masalahnya sudah bisa selesai,” ujar Randy.
Komisi III menegaskan akan terus memantau proses penanganan sampai lokasi benar-benar aman untuk pengguna jalan. DPRD juga mendorong agar perbaikan jalan nasional seperti di Jl. Aki Balak mendapat perhatian dan pendanaan yang memadai dari satker terkait agar penanganan tidak bersifat temporer.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tarakan, Deni Sukma Permana, menjelaskan langkah teknis yang akan diambil terkait penerangan jalan. Menurut Deni, pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di lokasi akan dilakukan setelah tim Dishub memeriksa ketersediaan jaringan listrik dan keberadaan KWH meter di titik tersebut.
“Kalau dayanya mencukupi dan ada KWH, titik PJU akan dipasang. Nanti kita atur jadwalnya untuk pemasangan,” ungkapnya pada Jumat (9/1/26).
Deni menegaskan Dishub telah melakukan pengecekan awal dan melakukan pengukuran lokasi, serta akan memasukkan titik tersebut ke dalam rencana pemasangan PJU apabila kapasitas daya memungkinkan. Ia juga mengingatkan bahwa proses pemasangan harus diatur berdasarkan kapasitas tenaga dan prioritas penanganan laporan warga lainnya.
“Saya sudah konfirmasi dan arahkan petugas untuk cek ke lapangan. Di Jalan Aki Balak itu sudah kita rencanakan dan ukur, tinggal menunggu waktu pelaksanaan. Selagi ada sisa daya yang ada, kita pasang. Mohon bersabar karena petugas terbatas dan harus menindaklanjuti laporan warga lain juga,” pungkasnya. (sdq)




