By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Menerima
Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Keluhkan Harga Jual dan Bibit, Petani Rumput Laut Ngadu ke DPRD Tarakan
Bagikan
Masuk
Notification Menampilkan lebih banyak
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
Font ResizerAa
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Pencarian
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Punya akun yang sudah ada ? Masuk
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
Info Indo > Politik > Keluhkan Harga Jual dan Bibit, Petani Rumput Laut Ngadu ke DPRD Tarakan

Keluhkan Harga Jual dan Bibit, Petani Rumput Laut Ngadu ke DPRD Tarakan

Redaksi
Redaksi
Published: 13 Desember 2022
Bagikan
Rdp Komisi 2 DPRD Kota Tarakan bersama pemerintah dan petani bahas soal harga rumput laut. Foto : Fokusborneo.com

TARAKAN – Komisi 2 DPRD Kota Tarakan melakukan rapat dengar pendapat (Rdp) dengan Pemerintah Kota (Pemkot) dan petani rumput laut. Rdp yang dilaksanakan di Kantor DPRD Kota Tarakan, Senin (12/12/22), menindaklanjuti keluhan petani terkait harga jual dan bibit rumput laut.

Ketua Komisi 2 DPRD Kota Tarakan Muhammad Yusuf mengatakan salah satu hal yang mendasari terjadi fluktuasi  harga rumput laut, karena menyangkut masalah kualitas kadar air.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Memang terjadi satu fluktuasi harga rumput laut, tapi persoalannya kan ada pembanding dan teman-teman itu mengakui paling tidak terlalu jauh yaitu tetangga kita di Nunukan sedikit jauh lebih mahal dibandingkan dengan di Tarakan,” kata Muhammad Yusuf kepada Fokusborneo.com.

Yusuf Middu sapaan akrap Muhammad Yusuf menjelaskan berbagai upaya telah dilakukan pemerintah. Salah satunya dengan menerbitlan Peraturan Walikota (Perwali) yang mengatur tata kelola rumput laut sampai persoalan jual beli termasuk keberadaan Laboratorium untuk pengecekan kadar air.

- Advertisement -
Ad imageAd image
Rdp Komisi 2 DPRD Kota Tarakan bersama pemerintah dan petani bahas soal harga rumput laut. Foto : Fokusborneo.com

“Dari apa yang disampaikan Dinas Perikanan bahwa itu akan di tes lab berkenaan dengan barang yang akan dikirim itu diatur di Perwali. Karena disitu akan terlihat kadar air, kadar air itukan maksimal yang umum itu maksimal 40. Apalagi kalau dibawahnya itukan bisa mempengaruhi harga jual,” ujar Yusuf Middu.

Persoalan lainnya, menyangkut masalah Perda. Yusuf Middu berharap Pemkot Tarakan melalui Dinas Perikanan bisa menyiapkan hal tersebut, Sehingga keberadaan Perda nantinya menjadi dasar dalam proses kegiatan tata kelola rumput laut.

“Mudah-mudahan pemerintah kota dan Dinas Perikanan bisa menyiapkan itu, sehingga itu menjadi salah satu dasar hukum dalam proses kegiatan tata kelola rumput laut,” jelas politisi Nasdem.

Disisi lain dijelaskan Yusuf Middu menyangkut masalah bibit. Sebab bibit yang digunakan sekarang sudah tahapan ke tujuh, hasilnya tingkat kesuburannya berkurang.

Rdp Komisi 2 DPRD Kota Tarakan bersama pemerintah dan petani bahas soal harga rumput laut. Foto : Fokusborneo.com

“Jadi tidak maksimal sehingga batangnya itu kan kecil. Kalau misalnya tahapannya itu 2-3, masih bisa batangnya besar dan itu yang diminati oleh para buyer. Mudah-mudahan hal-hal seperti ini dari semua sektor dalam bentuk koordinasi bisa terbangun, sehingga apa yang diharapkan oleh petani rumah laut bisa kita maksimalkan,” tambahnya.

Menyelesaikan persoalan bibit ini, Pemerintah Provinsi sudah akan membuka kebun bibit. Dari hasil pertemuan Komisi 2 dengan Biro Administrasi menyampaikan tinggal nunggu waktu.

“Artinya pemerintah juga selalu berupaya untuk bagaimana menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh petani rumput laut. Memang tidak bisa secara simultan selesai harus ada tahapan,” tutupnya.(Mt)

Anda Mungkin Juga Menyukai

Tindaklanjuti Tumpahan Semen Cor di Gunung Amal
Jasa Pertambangan Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Kaltara
Atlet Putri Tarakan Tambah Emas di Cabor Cricket 
Persiapan Sesuai Jadwal, Benuanta Muscle Fighter Gubernur Kaltara Cup II Siap Digelar 4 Desember 2022
Temui KLH, DPRD Kaltara Konsultasikan Ranperda PPLH
TAGGED:Dinas Perikanan Kota TarakanHeadlineKomisi 2 DPRD Kota TarakanMuhammad YusufRumput Laut
Bagaimana menurutmu ?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Komisi II DPRD Tarakan Soroti Kebutuhan Air dan Standar Menu MBG di SMPN 1 Tarakan
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
20 SD dan 10 SMP di Tarakan Belum Terima MBG, Komisi II DPRD Soroti Kesiapan Dapur
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Distribusi MBG di Beberapa Sekolah Tarakan Dinilai Terkoordinir, Masih Ada Paket Tidak Termakan
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Simon Patino: Jangan Biarkan Pedagang Kehilangan Mata Pencaharian
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber