JAKARTA – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) semakin gencar menggarap segmen pemilih muda menjelang Pemilu 2029. Dalam podcast terbaru “KUPAS TUNTAS STRATEGI BARU PSI” di channel Aiz Kreasi Official, Ricky Valentino, yang baru saja ditunjuk sebagai Ketua Bidang Pemilih Pemula DPP PSI, membeberkan rencana ambisius partai besutan Kaesang Pangarep ini. Dari pengaruh Jokowi hingga masuknya tokoh seperti Rusdi Masse, PSI tampaknya siap merebut hati generasi Z dan milenial.
Podcast berdurasi sekitar satu jam ini, yang dirilis awal Februari 2026, menjadi panggung bagi Ricky untuk menjelaskan bagaimana PSI bertransformasi menjadi “partai anak muda” yang modern.
Dipandu oleh host Muhammad Sofa, diskusi ini tak hanya menyentuh isu politik nasional, tapi juga strategi konkret untuk meningkatkan partisipasi pemuda di arena politik.
Ricky Valentino menegaskan bahwa perannya sebagai Kepala Divisi Pemilih Pemula adalah merekrut pemilih baru, khususnya siswa SMA kelas 3 ke atas.
“PSI adalah partai inklusif tanpa batas usia, minimal 17 tahun dengan KTP, dan terbuka bagi semua latar belakang,” ujar Ricky dalam podcast tersebut.
Ia menjelaskan strategi PSI yang tak lagi bergantung pada pendekatan formal. Mulai dari kegiatan sosial seperti turnamen esports di Jakarta hingga event olahraga regional, PSI ingin membangun hubungan sebelum rekrutmen resmi.
“Kami mulai dari kegiatan yang disukai anak muda, seperti esports atau olahraga, untuk membangun kedekatan,” tambahnya.
Bahkan, Ricky menargetkan usia 13-16 tahun melalui program pra-pemilu untuk membangun kesadaran politik sejak dini. Pendekatan ini dianggap cerdas, mengingat pemilih muda akan mendominasi Pemilu 2029.
Tak mau asal rekrut, Ricky memaparkan proses registrasi yang sederhana namun ketat. Calon anggota cukup mendaftar via website psi.id, verifikasi email, dan cetak Kartu Tanda Anggota (KTA) di DPW terdekat.
“Ini untuk memastikan anggota serius, bukan sekadar ‘pasukan kosong’,” katanya.
PSI memprioritaskan pemuda dengan determinasi tinggi, seperti mereka yang bercita-cita jadi caleg DPRD.
“Kami tak lihat aspek finansial, tapi semangat. Ada ruang untuk pemuda jadi administrator di tingkat daerah,” jelas Ricky.
Rencana jangka pendeknya termasuk peluncuran sayap pemuda baru di Rakernas Makassar akhir bulan ini, dengan target membuktikan kekuatan pemuda di Pemilu mendatang.
Menurut Ricky, peningkatan anggota “diam-diam” mencapai 10-100 orang per kelompok, menandakan pertumbuhan organik. Namun, ia mengakui tantangan skalabilitas di daerah terpencil, yang diatasi dengan pendekatan hybrid online dan offline.
Diskusi tak lepas dari “efek Jokowi” yang disebut-sebut sebagai katalisator migrasi kader ke PSI. Ricky menyebut visi Jokowi selaras dengan PSI, membuat partai ini menarik bagi tokoh seperti Rusdi Masse, eks NasDem yang kini memperkuat basis di Sulawesi Selatan.
“Strategi baru PSI termasuk memperkuat ‘kandang gajah’ di Jawa Tengah dan ‘memelihara gajah’ di Bali,” ungkap Ricky. Ia optimis, masuknya tokoh-tokoh ini akan menggeser peta politik nasional, terutama di wilayah dominan partai lama.
Podcast ini juga menyentuh isu UMKM dan kewarganegaraan, menegaskan PSI sebagai partai yang adaptif terhadap budaya regional. Ricky menekankan, PSI bukan hanya “partai viral”, tapi punya substansi untuk hindari label oportunis.
Statement Ricky mencerminkan ambisi PSI untuk jadi alternatif bagi pemuda yang bosan dengan politik konvensional. Di era pasca-Jokowi, strategi ini bisa tingkatkan partisipasi politik, meski berisiko jika tak dibarengi bukti konkret.
Podcast ini mendapat respons positif dari penonton, dengan komentar yang berharap PSI mengalahkan partai lama seperti PDIP. Bagi pemuda seperti Ricky, yang pernah migrasi dari NasDem, PSI adalah “rumah baru” untuk generasi mendatang. (*)
Reporter: Arif Rusman




