By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Menerima
Info IndoInfo IndoInfo Indo
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Bacaan : Dirjen Pemdes Minta Desa di Kaltara Aktif Catatkan Aset
Bagikan
Masuk
Notification Menampilkan lebih banyak
Font ResizerAa
Info IndoInfo Indo
Font ResizerAa
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
Pencarian
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
    • Kota Tarakan
    • Kabupaten Bulungan
    • Kabupaten Nunukan
    • Kabupaten Malinau
    • Kabupaten Tana Tidung
  • Advertorial
  • Hukrim
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
Punya akun yang sudah ada ? Masuk
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
Info Indo > Advertorial > Dirjen Pemdes Minta Desa di Kaltara Aktif Catatkan Aset

Dirjen Pemdes Minta Desa di Kaltara Aktif Catatkan Aset

Redaksi
Redaksi
Published: 27 Juni 2022
Bagikan
Dirjen Pemdes Minta Desa di Kaltara Aktif Catatkan Aset

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Drs. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kaltara, Edy Suharto menyambut kedatangan Direktur Jenderal Bina Pemerintah Desa Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo dalam rangka penanganan aset desa serta meningkatkan motivasi dan komitmen pemerintah daerah dan desa untuk menginventarisir serta mencatatkan aset yang dimiliki.

“Hingga saat ini sekitar lima persen dari desa yang ada di seluruh Indonesia yang sudah mencatatkan asetnya dan telah melaporkan ke kita dengan nilai sebesar 59 triliun. Itu baru sekitar lima persen desa yang melaporkan. Khusus untuk Kalimantan Utara Kabupaten Tana Tidung telah melaporkan asetnya dengan jumlah 32 desa dengan nilai 143 miliar,” ungkap Yusharto.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Dengan jumlah 447 desa, Kaltara menurutnya memiliki aset dengan nilai yang fantastis serta menjadi potensi yang bisa diaktualkan oleh pemerintah desa dalam meningkatkan sumber pendapatan bagi meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah. Ia memberi contoh penggunaan dana desa yang tepat dan efisien setelah melihat Desa Gunung Sari.

“Gunung Sari sebagai sampel, saya melihat sudah sesuai dengan arah, bagaimana dana desa seharusnya diperuntukan. Kita bisa lihat fasilitas yang dibangun menggairahkan masyarakat untuk beraktivitas,” ujarnya seraya melihat beberapa fasilitas yang berhasil dikembangkan oleh pemerintah desa.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Berbagai kegiatan selain olahraga juga bisa dilaksanakan seperti gelaran seni dan budaya untuk menaikan kebanggaan masyarakat setempat sebagai bentuk prestasi.

“Bisa menjadi kegiatan rutin yang bisa mencetuskan kegiatan wisata di desa tersebut,” tambahnya.

Berkaitan dana desa dirinya menyampaikan desa-desa yang memiliki kinerja baik dalam penyelengaraan pemerintah, akan diberikan insentif oleh pemerintah pusat.

“Tidak ada desa yang miskin semua memiliki potensi yang sama, yang kita butuhkan adalah kreatifitas untuk mengaktualisasikan semua potensi yang ada. Kalimantan Utara sudah banyak kegiatan dan aktivitas yang bisa menjamin penyelengaraan pemerintah berjalan dengan baik,” ungkapnya lagi.

Sementara itu Kepala Desa Gunung Sari, Al Hakim mengungkapkan rasa terimakasihnya atas usaha pemprov yang menghadirkan dirjen pemdes hadir di desanya.

“Ada keberkahan bagi kami. Kita juga sudah menyampaikan tentang progres pembangunan dana desa yang selama ini membantu kami yang sudah tercatat sebagai aset desa yang sudah dipergunakan masyarakat dan disewakan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan ada progres pembangunan tempat wisata juga yang masih dalam tahap pembangunan karena itulah hal-hal yang ingin diketahui oleh Dirjen Pemdes,” ujarnya.

Pertanggung jawaban setiap anggaran dana desa yang dipergunakan, dilaksanakan penuh kehati-hatian oleh dirinya selaku pengguna anggaran.

“Bentuk pertanggung jawaban tersebut adalah dengan meng-asetkan pembagunan yang telah dilaksanakan agar setelah saya selesai melaksanakan tugas tidak menjadi permasalahan kemudian hari baik itu BPKP, BPK maupun inspektorat ketika sudah tercatatkan sebagai aset,” jelasnya.

Dalam meningkatkan pendapatan asli desanya melalui kegiatan pariwisata dirinya berharap dirjen pemdes dapat mempertimbangkan insentif bagi desanya.

“Tadi pak dirjen mengungkapkan tahun depan sudah tidak ada bantuan langsung tunai maka ruang gerak kita membangun wisata akan lebih besar,” tutupnya.

Dana desa mulai aktif digalakkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo ini banyak memberikan dampak positif menaikan taraf hidup masyarakat desa. Hal ini seiring sejalan dengan visi misi Pemprov Kaltara untuk menata kota membangun desa. (dkisp)

Anda Mungkin Juga Menyukai

Wujudkan Provinsi Hebat
Yosua : Tidak Hanya Perluas Wawasan, Buku Sebagai Penghubung Dunia
Safari Ramadan, Peluang Menggairahkan UMKM
Penutupan Latsar, Gubernur Harapkan Inovasi dan Kreativitas ASN Kaltara
Jumpai Forum Guru Swasta Tarakan, Gubernur Fokus Meningkatkan Kesejahteraaan
Bagaimana menurutmu ?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Komisi II DPRD Tarakan Soroti Kebutuhan Air dan Standar Menu MBG di SMPN 1 Tarakan
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
20 SD dan 10 SMP di Tarakan Belum Terima MBG, Komisi II DPRD Soroti Kesiapan Dapur
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Distribusi MBG di Beberapa Sekolah Tarakan Dinilai Terkoordinir, Masih Ada Paket Tidak Termakan
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Simon Patino: Jangan Biarkan Pedagang Kehilangan Mata Pencaharian
Berita Prov. Kaltara Tarakan
10 Februari 2026
Info IndoInfo Indo
© 2024 - Infoindo.co.id | All Rights Reserved.
  • Instagram
  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber