TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan bersama Perumda Aneka Usaha dan Bank Mandiri mempercepat digitalisasi pembayaran parkir tepi jalan dengan pembagian QRIS personal kepada 120 juru parkir. Program yang dimulai pada Oktober lalu menghadirkan insentif berupa penghargaan bagi tiga juru parkir dengan frekuensi transaksi QRIS terbanyak guna meningkatkan transparansi retribusi dan meminimalkan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemberian ini berlangsung di Kantor Bank Mandiri Tarakan Simpang Tiga (Tarsiga) pada Kamis, (6/11/25).
Direktur Perumda Aneka Usaha, Anthon Joy, menjelaskan bahwa setiap juru parkir mendapatkan kode QRIS unik sehingga transaksi dapat tercatat per orang dan per kantong parkir.
“Satu QRIS untuk satu jukir sehingga ketika masyarakat membayar parkir dengan QRIS, sistem akan mencatat kode unik dan jelas menunjukkan kantong parkir serta jukir yang menerima pembayaran,” kata Anthon.
Anthon menambahkan, skema ini memungkinkan uang parkir masuk langsung ke rekening penampungan dan kemudian diteruskan ke kas daerah.
“Dengan menggunakan QRIS ini uang parkir itu langsung masuk ke rekening penampungan nanti akan dilanjutkan ke kas daerah sehingga tujuannya adalah untuk mengurangi kebocoran dari sektor parkir ini,” ujarnya.
Sebagai dukungan identitas dan penegasan status resmi jukir, Bank Mandiri juga menyediakan 120 rompi identitas berwarna biru bagi para juru parkir.
Meski mendorong nontunai sebagai opsi utama, Pemda dan Perumda menegaskan pembayaran tunai tetap diperbolehkan bagi pengguna yang belum memiliki dompet digital, dengan ketentuan masyarakat diminta tetap meminta karcis sebagai bukti pembayaran.
Branch Manager Bank Mandiri Tarakan Simpang Tiga, Ari Hardianto, menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan gerakan nontunai nasional serta visi Tarakan menjadi Smart City. Menurut Ari, targetnya adalah agar setiap kantong parkir memberikan kontribusi langsung ke PAD melalui sistem yang terstandarisasi.
“Targetnya satu, mengurangi kebocoran dan memastikan retribusi parkir benar-benar masuk ke kas daerah,” ujar Ari.
Ari menjelaskan bahwa kode unik pada setiap QRIS memudahkan rekonsiliasi transaksi sehingga dapat diketahui kantong parkir dan jukir yang paling produktif.
“Dengan kode unik per jukir, rekonsiliasi menjadi lebih mudah kami dapat melihat kantong parkir mana yang paling produktif,” katanya.
Untuk mempercepat adopsi, Bank Mandiri memberikan reward kepada tiga jukir dengan transaksi QRIS terbanyak selama periode awal pelaksanaan program sebagai stimulus agar jukir lebih proaktif menawarkan pembayaran digital kepada pengguna jalan.
Program pilot ini menjangkau sekitar 117 hingga 130 kantong parkir yang tersebar di Kota Tarakan. Pemerintah daerah menaruh harap bahwa dengan kombinasi sosialisasi, insentif, dan dukungan perbankan, kebiasaan masyarakat untuk membayar parkir secara digital akan meningkat sehingga manfaatnya dapat kembali ke pembangunan kota melalui peningkatan PAD. (sdq)
Fakta singkat
- Juru parkir yang mendapat QRIS sebanyak 120 orang
- Penghargaan diberikan kepada 3 juru parkir dengan transaksi QRIS terbanyak
- Perkiraan kantong parkir yang terdata mulai dari 117 hingga 130 kantong
- Tarif contoh yang tercatat di sistem yaitu motor Rp2.000 dan mobil Rp3.000
- Dukungan identitas berupa 120 rompi warna biru disediakan Bank Mandiri




